Rekayasa Lalin Pembangunan Tugu Nol Kilometer, Wali Kota: Terganggu Sementara Untuk Keindahan Selamanya

Di Posting Oleh madiuntoday

22 Juni 2021

MADIUN – Pembangunan penanda nol kilometer Kota Madiun mulai berjalan. Pembangunan penanda nol kilometer di simpang empat Tugu tersebut tentu berdampak pada lalu lintas kendaraan yang melintas. Pemerintah Kota Madiun bersama Satlantas Polres Madiun Kota sejatinya telah memberlakukan rekayasa lalu lintas terkait adanya pembangunan tersebut. Namun, ada saja warga yang mengeluh. Wali Kota Madiun Maidi berharap masyarakat bersabar sejenak. Sebab, terdapat kemanfaatan besar usai pembangunan selesai nanti.

‘’Pembangunan itu membutuhkan pengorbanan. Jadi saya berharap untuk bersabar dulu. Ini terganggu sementara tetapi untuk keindahan selamanya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Selasa (22/6).

Apalagi, lanjutnya, pembangunan bertujuan baik. Demi kemajuan Kota Madiun ke depan. Nol kilometer di simpang empat Tugu tersebut bisa menjadi ikon ke depannya. Beralaskan batu alam dengan desain berbentuk bintang. Di tengah simbol bintang itu akan ditambahkan tugu penanda. Tugu penanda tersebut berada tepat di sebelah utara tugu lampu lalu lintas yang telah ada. Artinya, tugu lalin lawas itu tidak dihilangkan. Namun, bakal dipercantik dengan penataan di sekelilinya.

‘’Penanda nol kilometer ini akan menjadi kekaguman masyarakat kita, masyarakat Kota Madiun di luar daerah, dan menarik masyarakat luar untuk datang. Kalau kota ini maju dan ramai, masyarakat juga yang nantinya diuntungkan,’’ jelasnya.

Wali kota berharap masyarakat tidak mudah terpancing dengan oknum-oknum yang hanya mengedepankan ego pribadi tersebut. Sebaliknya, membuka wawasan dengan memahami terlebih dahulu maksud, tujuan, dan manfaat yang mengemuka ke depan. Bahkan, wali kota membuka pintu lebar-lebar untuk kritik, saran, dan masukan. Namun, harus memahami duduk persoalannya terlebih dahulu.

‘’Ibarat membangun rumah, jangan ngomong bocor kalau atapnya memang belum jadi. Silahkan beri masukan kalau memang bocor tetapi setelah atapnya jadi nanti,’’ terangnya.

Pembangunan, kata wali kota, dibutuhkan agar daerah semakin maju dan berkembang. Tetapi, jalannya pembangunan juga butuh dukungan masyarakat agar berjalan maksimal. Wali kota berharap masyarakat bersabar sejenak karena pembangunan nol kilometer akan berbuah manis nantinya. Seperti Pahlawan Street Center yang juga mengganggu lalu lintas kendaraan saat pembangunannya dulu. Tetapi saat ini PSC menjadi salah satu jujukan warga sekaligus ikon Kota Madiun.

‘’Jangan hanya mementingkan ego sendiri. Kalau seperti itu, pembangunan tidak akan jalan. Artinya, kota ini akan sulit berkembang,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Hangatkan Malam Tunawisma, Warga Kota Madiun Donasikan Selimut

Hangatkan Malam Tunawisma, Warga Kota Madiun Donasikan Selimut

MADIUN - Malam dingin di Kota Pendekar sedikit menghangat. Itu karena selimut yang dibagikan oleh para dermawan, kepada tunawisma dan tukang becak yang menghabiskan malam di pinggiran jalan. Sedikitnya 150 selimut dibagikan merata, di lokasi tempat tinggal sementara...

Don`t copy text!