Kiat Pelaku Usaha Hadapi PPKM Darurat Beradaptasi di tengah pandemi (4)

Di Posting Oleh madiuntoday

13 Juli 2021

Agar Pemasukan Tetap Berjalan, Warung Kopi Kerjasama dengan Warung Penyetan Buka Jasa Pesan Antar Bagi Warga Isoman

MADIUN – Biasanya warung kopi jadi tempat nongkrong yang menarik untuk melepas penat bagi sebagian orang. Namun semenjak pemberlakuan PPKM darurat, kegiatan kongkow di luar rumah harus dihentikan sementara, demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Tak hilang akal demi tetap memiliki pemasukan, pemilik warung kopi yang berada di Jalan Kelapa Manis bekerjasama dengan warung penyetan, membuka layanan jasa delivery gratis bagi para pembeli dan bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri dirumah.

“Pemasukan saya cuma dari jualan, kalau tidak ada pembeli saya tidak ada pemasukan. Akhirnya saya mikir gimana caranya biar tetap pegang uang, caranya ya dengan kirim-kirim makanan dan keperluan lain, buat pembeli juga buat yang sedang isoman,” jelas Riswanda Imawan.

Bersama dengan rekannya Ahmad Kuncoro, layanan jasa pengantaran yang dibuatnya cukup meringankan pembeli, yakni pembebanan biaya pengiriman gratis, jika pengiriman tidak lebih dari 10 km dan ada minimal pembelian. Tak hanya itu, dirinya juga menyediakan jasa membeli keperluan yang dibutuhkan bagi para pembeli.

“Awalnya kita buat pengumuman pengiriman dari status WA. Respon orang-orang cukup baik. Ada teman yang isoman, beli makan dari kita sekaligus titip obat dan keperluan lain untuk isoman. Selama bisa kita jangkau akan kita layani,” ungkapnya.

Untuk mengurangi interaksi dengan pembeli, warungnya pun menerapkan pembayaran melalui transfer ke rekening bank. “Baru beberapa orang yang pakai jasa kita. Harapannya selain bisa membantu orang lain, warung juga tetap bisa beroperasi,” pungkasnya.
(Nanda/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Hangatkan Malam Tunawisma, Warga Kota Madiun Donasikan Selimut

Hangatkan Malam Tunawisma, Warga Kota Madiun Donasikan Selimut

MADIUN - Malam dingin di Kota Pendekar sedikit menghangat. Itu karena selimut yang dibagikan oleh para dermawan, kepada tunawisma dan tukang becak yang menghabiskan malam di pinggiran jalan. Sedikitnya 150 selimut dibagikan merata, di lokasi tempat tinggal sementara...

Don`t copy text!