Kiat Pelaku Usaha Hadapi PPKM Darurat Beradaptasi di tengah pandemi (6)

Di Posting Oleh madiuntoday

16 Juli 2021

Resto hingga Warung Penyetan Buka Layanan Drive Thru Demi Angkat Penjualan

MADIUN – Di tengah pandemi seluruh pelaku usaha menghadapi permasalahan yang sama, tak terkecuali usaha kuliner. Baik pelaku usaha kuliner menengah ke atas, maupun pelaku usaha kuliner pinggir jalan. Semuanya berusaha untuk menaikkan omset di tengah pandemi, terutama saat PPKM Darurat.

Seperti yang dialami Boksa Bakso Resto. Salah satu rumah makan yang masuk dalam kategori menengah ke atas ini juga tak luput terkena dampak pandemi. Sejak diberlakukannya PPKM Darurat, praktis tempat makan yang ada di Jalan Sulawesi itu sepi.

“Untuk menyiasatinya kita buka layanan drive thru yang buka dari jam 8 pagi sampai 8 malam selama PPKM. Selain itu kita juga menambah armada untuk layanan pengiriman makanan secara gratis,” ungkap operasional manager boksa-bakso Doni Mahendra.

Tak hanya itu, agar para karyawannya tetap memiliki gaji, pihak resto juga memberikan layanan makanan bagi mereka yang menjalani work from home dan bagi para warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Bagi yang isoman, menu yang kita berikan berbeda dengan menu biasanya. Yang jelas menunya kita buat khusus untuk menambah imun dan dengan harga yang relatif terjangkau,” katanya.

Menurutnya, di tengah pandemi saat ini, adalah momentum untuk saling berbagi dan menguatkan satu sama lainnya. Baik pelaku usaha rumahan atau yang sudah besar, harus sama-sama berjuang agar dapat bertahan.

“Tahun lalu kita juga ada CSR yaitu bekerjasama dengan warga per kelurahan untuk mengembangkan usaha di lingkungan. Untuk tahun ini, tidak menutup kemungkinan kami juga akan tetap melakukan CSR, mungkin bagi-bagi makanan gratis untuk para nakes yang ada rumah sakit,” pungkasnya.

Sama halnya dengan yang dialami Indus, pemilik warung penyetan yang diberi nama PenyetinLagi. Sejak dibuka 2018 lalu, warung makannya tak pernah sepi pembeli, terutama pembeli yang makan di tempat. Namun hal itu harus berubah setelah diterapkannya PPKM Darurat yang melarang para pemilik warung atau rumah makan untuk membuka makan di tempat.

“Jelas omset turun hampir 50 persen dari biasanya. Sejak PPKM Darurat kita bikin delivery order, biasanya kita nggak buka layanan itu. Juga ada sistem drive thru. Harapannya warung tetap hidup,” jelasnya.

Indus mengaku meskipun pandemi membawa pukulan berat bagi usahanya dan bagi para pelaku usaha lainnya, dirinya tak ingin menyerah dengan keadaan. Berbagai cara akan dilakukan demi usahanya tetap berjalan.

“Ngeluh, marah boleh tapi jangan lama-lama. Mau ga mau kita harus bertahan. Walaupun omsetnya sedikit harus tetap buka biar nantinya ketika PPKM selesai, nama yang sudah dirintis tidak hilang,” ungkapnya.
(Nanda/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Pendidikan Tatap Muka SD Hari Pertama

Pendidikan Tatap Muka SD Hari Pertama

Sejumlah siswa bersenda gurau saat menunggu giliran untuk mengikuti Rapid Test Antigen, (27/10/2021). Pemerintah Kota Madiun menggelar Rapid Test Antigen kepada semua...

Don`t copy text!