Hobi Bawa Hoki, Tama Raup Jutaan Rupiah dari Koleksi Merpati Hias

Di Posting Oleh madiuntoday

13 Agustus 2021

MADIUN – Merpati hias sepertinya masih asing bagi sebagian masyarakat Kota Madiun. Namun tidak bagi Tama Praditya. Pria yang tinggal di Jalan Mayjend Sungkono Gang Menco itu sudah lama kepincut dengan keindahan merpati hias. Terhitung sudah 10 tahun dirinya koleksi burung yang masuk dalam ordo Columbiformes itu.

Merpati hias pertamanya berjenis Jacobin. Merpati yang memiliki bulu berumbai indah di leher dan sekitar mata itu sukses membuat Tama jatuh hati. Sejak 2011 hingga 2015 dirinya mengaku membeli merpati hias secara impor. Dari Pakistan, Inggris, hingga negeri Kincir Angin, Belanda.

“Pertama beli jenis jacobin karena unik. Dulu peternak lokal belum ada yang punya, jadi selalu beli impor,” ungkapnya.

Lambat laun koleksi burung merpati hias pria 26 tahun itu semakin banyak. Tak hanya jenis Jacobin, namun 12 jenis merpati hias peranakan luar negeri sukses dipeliharanya. Diantaranya seperti, English Fantail, Maltese, Frillback, Norwich Cropper, Mondain Pigeon, German Cropper, Gaditano, King Pigeon, Lahore, Bokhara Trumpeter, Mof Santinet, Holle Cropper, hingga Indian Fantail.

“Karena koleksi semakin banyak. Akhirnya saya jual merpati hias koleksi saya. Tiap bulan pasti terjual paling sedikit 6 pasang,” akunya.

Harga satuan dari merpati hias yang dimilikinya pun tak main-main. Mulai dari ratusan ribu hingga termahal jenis Norwich Cropper dengan harga satu ekor burungnya mencapai Rp 35 juta. Pria yang juga bekerja sebagai engginer di perusahaan konstruksi yang ada di Australia itu mengaku, pecinta merpati hias cukup banyak.

“Sempat saya ekspor ke Malaysia. Bisa dibilang memang ini hobi mahal tapi menguntungkan juga,” ucapnya.

Meskipun hobinya menguntungkan, Tama tak ingin keuntungan itu hanya dimilikinya saja. Lebih lanjut dirinya mengatakan tak sungkan untuk membagikan ilmu yang dimiliki seputar merpati hias kepada orang-orang.

“Saya ada chanel khusus di youtube untuk berbagai tips perawatan untuk merpati hias. Saya ingin berbagi ilmu yang saya dapat selama 10 tahun mendalami dunia merpati hias ini,” pungkasnya.
(Dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!