Kisah Tim Pemulasaran Jenazah di RSUD Kota Madiun

Di Posting Oleh madiuntoday

25 Agustus 2021

Sering Jadi Sasaran Amarah, Sehari Pernah Memandikan 17 Jenazah

MADIUN – Pekerjaan tak kalah penting dan berat dalam masa pandemi juga dialami tim pemulasaran jenazah Covid-19 di rumah sakit. Seperti yang dilakukan tim pemulasaran RSUD Kota Madiun. Mereka pernah memandikan sampai 17 jenazah dalam sehari. Seperti apa?

SUASANA ruang pemulasaran jenazah RSUD Kota Madiun agak longgar siang itu. Hanya terdapat satu peti berbalut plastik di luar ruangan. Peti berisi jenazah Covid-19 itu siap dikirim ke tempat pemakaman. Tak jauh dari lokasi, terlihat sejumlah petugas tengah beristirahat. Mereka baru saja menyelesaikan tugas memandikan jenazah warga Kecamatan Sawahan tersebut.

‘’Kalau bulan ini sudah agak longgar. Beda dengan Juli lalu. Kita bisa memandikan sampai 17 jenazah dalam sehari,’’ kata Muhammad Jauhar Ansori, salah seorang tim pemulasaran jenazah RSUD Kota Madiun, Rabu (25/8).

Data dimejanya, ada sebanyak 153 jenazah selama Agustus sampai tangal 25 ini. Jumlah tersebut turun nyaris separo jika dibanding bulan lalu. Jauhar menyebut ada sebanyak 276 jenazah selama Juli. Jumlah tersebut naik berkali lipat jika dibanding sebelum pandemi.

‘’Kalau hari-hari biasanya sebelum pandemi, paling tidak kami hanya memandikan sekitar 60 jenazah dalam sebulan,’’ jelasnya.

Tak heran, pihaknya berjibaku selama masa puncak kasus Covid-19 Juli lalu. Dalam satu sif yang terdiri dua orang petugas bisa memandikan hingga sembilan jenazah. Jenazah yang mengantri untuk dimandikan di lorong ruang menjadi hal biasa. Begitu juga antrian jenazah yang sudah masuk peti dan siap untuk dikirim. Biasanya lantaran masih menunggu kesiapan makam. Maklum, saat kasus kematian tinggi, petugas pemakaman termasuk penggali makam juga berjibaku setiap hari.

‘’Ini baru yang dari rumah sakit sini. Belum dari rumah sakit lain. Jadi maklum kalau sampai mengantri,’’ imbuhnya sembari menyebut sementara tidak menangani jenazah non Covid-19 dan diupayakan untuk dimandikan di rumah duka masing-masing.

Jauhar menambahkan pihaknya tidak hanya menangani jenazah yang meninggal saat perawatan di rumah sakit. Tetapi juga menerima kiriman jenazah dari luar rumah sakit. Misalnya, jenazah warga isoman atau yang berstatus suspek. Petugas Puskesmas akan menjemput jenazah tersebut untuk kemudian dimandikan di rumah sakit.

‘’Jadi yang meninggal dan meragukan (suspek), biasanya dikirim ke sini. Jadi kami juga menangani jenazah dari luar rumah sakit,’’ ungkapnya.

Sudah begitu, Jauhar dkk kerap menjadi sasaran emosi keluarga jenazah. Mulai dari yang ingin cepat dibawa dan lain sebagainya. Padahal, pemulasaran jenazah Covid-19 memiliki standar tersendiri yang tidak boleh dilewati. Dimulai penyemprotan desinfektan, pemandian dengan tiga cairan berbeda, sampai mengkafani.

‘’Proses pemandian saja membutuhkan waktu 25-30 menit. Sesudah disemprot desinfektan, kita guyur lagi dengan air bercampur clorin. Setelahnya air dengan sabun, dan terakhir baru air bersih. Setelah itu kita wudhu-kan untuk yang muslim lanjut proses pengkafanan,’’ terangnya sembari menyebut jenazah juga dilapisi plastik setelah kafan dan disemprot desinfektan kembali setelah masuk peti.

Bagian peti juga diberi lapisan plastik. Tak heran, cukup membutuhkan waktu. Namun, pihak keluarga biasanya tak sabar. Itu seringkali dilampiaskan kepada Jauhar dan tim pemulasaran. Namun, Jauhar mengajak tim untuk selalu bersabar. Apalagi, mereka sedang berduka. Pun, itu diharap menjadi ladang amalan tersendiri baginya dan tim.

‘’Pihak keluarga selalu kami panggil untuk memastikan jenazah tersebut benar keluarganya. Untuk petinya juga kami beri nama dengan stiker agar tidak tertukar,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

.

Artikel Terkait

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

MADIUN - Penerapan Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Madiun sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Penambahan penghasilan bagi pegawai itu dengan berdasar kinerja tersebut cukup berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka...

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

MADIUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun kembali melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai tahun 2021. Adapun barang ilegal tersebut terdiri atas 64 botol atau 28.160 mililiter minuman...

Don`t copy text!