Melirik Budidaya Maggot yang Mudah Lagi Menjanjikan

Di Posting Oleh madiuntoday

31 Agustus 2021

MADIUN – PT Pertamina Fuel Terminal Madiun mewujudkan program CSR untuk pemberdayaan masyarakat. Salah satunya, pelatihan budidaya maggot seperti yang terlihat di Kelurahan Madiun Lor ini. Budidaya larva lalat itu ternyata cukup menjanjikan dan mudah dilakukan. Seperti apa?

Sofyan Dwi Muryono tampak sibuk menjelaskan terkait larva lalat di depannya. Pagi itu, memang mengemuka launching Program 3R Pemanfaatan Dekomposer Sampah di Kelurahan Madiun Lor oleh PT Pertimna Fuel Terminal Madiun. Wali Kota Madiun Maidi yang meresmikan secara langsung program tersebut. Sofyan turut hadir dalam kegiatan karena merupakan salah seorang peserta pelatihan dari program pemberdayaan masyarakat PT Pertamina tersebut.

‘’Saya tertarik ikut pelatihan budidaya maggot atau larva lalat ini karena belum pernah melihat sebelumnya dan cukup mudah ternyata,’’ kata Sofyan yang juga warga Kelurahan Madiun Lor tersebut.

Selain pelatihan budidaya maggot, sebenarnya juga ada pelatihan kompos dan budidaya tanaman sayur. Namun, Sofyan kurang tertarik. Dia memilih turut budidaya maggot bersama empat warga lain. Pelatihan sejatinya sudah dimulai beberapa waktu lalu dengan mendatangkan praktisi dari Surabaya. Sofwan dkk mendapat pelatihan selama dua hari. Mereka dijadwalkan akan mendapatkan pelatihan lanjutan ke depan.

‘’Masa panennya juga singkat. Usia sebulan sudah bisa dipanen. Biasanya untuk pakan ikan, ayam, burung berkicau, dan ternak lainnya,’’ jelas Sofyan semangat.

Sofwan mendapat pelatihan dimulai dari menyiapkan kandang, pemijahan indukan, pemindahan telur, sampai pembesarannya. Lalat yang digunakan, lanjutnya, bukan sembarangan. Namun, menggunakan jenis Lalat Black Soldier Fly (BSF). Lalat tersebut lantas dilakukan pemijahan dalam kandang khusus. Lalat jantan akan mati setelah pembuahan. Sedang, lalat betina akan mati setelah bertelur.

‘’Telur kita pindahkan ke media lain berisi konsentrat. Itu sekaligus menjadi makanannya nanti. Kelembaban media harus terjaga. Kalau terlalu kering bisa mati,’’ terangnya.

Setelahnya tinggal rutin memberi makan maggot-maggot tersebut. Pemeliharaan cukup mudah karena hanya menggunakan sisa makanan rumah tangga. Mulai nasi basi, sisa sayur, dan lain sebagainya. Satu betina, jelas Sofyan, bisa mengasilkan hingga 1 gram telur. Dari satu gram tersebut bisa menjadi hingga 10 kilogram larva siap panen.

‘’Satu kilo maggot biasanya dihargai mulai Rp 10 ribu. Memang murah, tetapi untuk budidayanya juga mudah dan tidak banyak mengeluarkan biaya,’’ pungkasnya sembari menyebut sudah pangsa pasar di pasar burung. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

MADIUN - Penerapan Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Madiun sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Penambahan penghasilan bagi pegawai itu dengan berdasar kinerja tersebut cukup berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka...

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

MADIUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun kembali melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai tahun 2021. Adapun barang ilegal tersebut terdiri atas 64 botol atau 28.160 mililiter minuman...

Don`t copy text!