Bahas Ekonomi Kala Pandemi, Wali Kota Beberkan Strategi Pemberdayaan UMKM Saat Wali Kota Menyapa

Di Posting Oleh madiuntoday

1 September 2021

MADIUN – Program Wali Kota Menyapa Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Madiun kembali digelar, Selasa (31/8) malam. Bertempat di Halaman Balai Kota Madiun berbagai hal mengemuka. Terutama terkait UMKM dan perekonomian di masa Pandemi Covid-19. Hal itu sesuai tema Wali Kota Menyapa ‘’UMKM Berdaya, Ekonomi Kuat di Masa Korona’’. Kegiatan semakin menarik dengan hadirnya Pj Sekda Kota Madiun Ahsan Sri Hasto secara langsung dan pelaku UMKM Kota Madiun yang mengikuti secara virtual.

Tak hanya mengikuti, pelaku UMKM juga memberikan saran dan masukan. Seperti pelaku UMKM di Lapak Pesona Kelurahan Madiun Lor yang berharap adanya penambahan kanopi hingga lemari pendingin untuk penyimpanan makanan di lokasi lapak.

Wali Kota Madiun Maidi langsung merespon permintaan masyarakat. Salah satunya, dengan menggandeng CSR. Pelaku UMKM tidak perlu resah. Pemerintah pastinya akan mengupayakan yang terbaik termasuk penyempurnaan lapak agar semakin menarik ke depan.

‘’Saya akan keliling ke lapak-lapak untuk belanja masalah. Apa yang menjadi kekurangan akan kita carikan solusinya,’’ kata wali kota.

Berbagai kebijakan juga dilaksanakan untuk mendongkrak UMKM. Salah satunya, terkait kebijakan ASN untuk berbelanja di UMKM sekitar tempat tinggal dan kantor. Kebijakan tersebut terbukti efektif mendongkrak ekonomi lokal dengan perputaran uang mencapai Rp 2 miliar lebih hanya dalam tiga minggu terakhir.

‘’ASN ini kan gajinya tetap. Sementara itu, mereka juga butuh memenuhi kebutuhan sehari-hari. Daripada dibelanjakan jauh-jauh, saya instruksikan untuk berbelanja di UMKM sekitar. Baik itu sekitar tempat tinggal maupun di sekitar kantor tempat bekerja,’’ ungkapnya.

Pj Sekda Kota Madiun Ahsan Sri Hasto menyebut kebijakan tersebut merupakan terobosan tepat di saat pandemi. Sebab, urusan kesehatan dan ekonomi saling bertolak belakang di saat pandemi seperti ini. Saat penanganan kesehatan maka ekonomi akan lumpuh. Sebaliknya, saat pelonggaran ekonomi, maka Covid-19 akan meningkat. Karenanya, butuh terobosan tak biasa sebagai solusinya.

‘’Kebijakan bapak wali kota ini out of the box ya. ASN kita ada tiga ribu lebih. Kalau satu ASN beli gorengan Rp 10 ribu saja, sudah Rp 30 juta. Padahal, saya percaya belanjanya selalu lebih dari itu,’’ ujarnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

MADIUN - Penerapan Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Madiun sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Penambahan penghasilan bagi pegawai itu dengan berdasar kinerja tersebut cukup berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka...

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

MADIUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun kembali melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai tahun 2021. Adapun barang ilegal tersebut terdiri atas 64 botol atau 28.160 mililiter minuman...

Don`t copy text!