Bukan Janda Bolong, Tanaman Hias Jenis Ini yang Banyak Dicari Saat Ini

Di Posting Oleh madiuntoday

1 September 2021

MADIUN – Rumah tanpa tanaman hias bagai sayur tanpa garam. Karenanya, tanaman hias kerap kali diburu untuk mempercantik rumah. Tak salah, jika tanaman hias juga menjadi salah satu usaha menjanjikan. Seperti yang dilakukan Agung Triwinarto warga Perumahan Jati Wangi Regency Kelurahan Demangan ini. Biarpun tengah pasang-surut akibat pandemi, usaha tanaman hias bisa menjadi kesibukan menghasilkan kala pandemi Covid-19.

‘’Saya memang hobi tanaman. Awalnya memang untuk koleksi pribadi. Lumayan bisa untuk mengisi waktu karena lebih banyak di rumah saat pandemi. Ternyata ada yang berminat,’’ kata Agung, Rabu (1/9).

Budidaya tanaman hias itu memang muncul kala pandemi. Tepatnya, September 2020 atau sekitar setahun yang lalu. Agung yang mengaku banyak di rumah lantas mulai mencari kesibukan. Merawat tanaman hias sudah langsung terpikir dibenakanya karena memang sudah hobi. Budidaya mulai dilakukan. Dari yang awalnya cuma satu pot, bisa menjadi belasan. Agung bersama istri juga kerap mengunggah tanaman-tanaman hiasnya di sosial media. Tak diduga banyak yang bertanya dan menawar.

‘’Karena saya juga mulai kebingungan tempat, makanya saya lepas. Dari situ kok semakin banyak saja yang mencari dan terus berlanjut,’’ jelasnya.

Agung mengaku sudah tidak bisa menghitung lagi jumlah tanaman hias miliknya. Pun, perawatan mulai diserahkan kepada orang lain. Setidaknya Agung memiliki empat karyawan untuk merawat tanaman-tanamannya kini. Memanfaatkan lahan seluas 1.200 meter persegi koleksi tanaman hiasnya sudah tak terhitung lagi. Beberapa di antaranya tanaman langka yang dijual sampai harga Rp 6 juta.

‘’Kalau jumlahnya banyak, karena terus saya perbanyak dengan budidaya sendiri. Kalau dinominalkan mungkin ada kalau Rp 185 juta. Padahal dulu saya hanya punya beberapa tanaman yang jika ditotal harganya sekitar Rp 8 juta,’’ jelasnya.

Agung memiliki Tanaman Melano dengan harga Rp 6 juta. Tanaman itu didatangkan dan Thailand. Pun, diakuinya cukup susah membudidayakannya. Karena itu, tanaman tersebut dihargai mahal. Selain itu, dia punya sejumlah tanaman dragon mulai harga Rp 350 sampai Rp 600 ribu. Ada juga tanaman watermelon yang rata-rata laku sembilan tanaman tiap harinya.

‘’Jadi kalau tanaman itu seperti berputar. Dulu kalau pernah ingat ada gelombang cinta, baru-baru ini ada janda bolong. Kalau sekarang lebih banyak dragon dan watermelon yang dicari. Ke depan mungkin akan beda lagi,’’ jelasnya.

Dari hobi yang menjadi usaha tersebut, Agung mengaku pernah beromset hingga Rp 3 juta dalam sehari. Namun sejak pengetatan lalu, omzetnya turun hingga berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta dalam sehari. Tetapi Agung tetap membudidayakan tanaman-tanamannya. Sebab, dia optimis tanaman hias bakal kembali menggeliat usai PPKM nanti.

‘’Memang turun saat ini, tetapi setelah ini saya yakin akan kembali meningkat,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

MADIUN - Penerapan Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Madiun sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Penambahan penghasilan bagi pegawai itu dengan berdasar kinerja tersebut cukup berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka...

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

MADIUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun kembali melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai tahun 2021. Adapun barang ilegal tersebut terdiri atas 64 botol atau 28.160 mililiter minuman...

Don`t copy text!