Miliki Cita Rasa Asam Manis, Ternyata Madu Klanceng Banyak Khasiatnya Lho

Di Posting Oleh madiuntoday

2 September 2021

MADIUN – Berbagai macam spesies lebah ternyata memiliki jenis madu yang berbeda-beda. Madu klanceng, misalnya, merupakan madu yang dihasilkan dari lebah bukan penyengat sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda dibanding madu pada umumnya.

Madu klanceng adalah madu yang dihasilkan dari madu tak bersengat spesies Trigona (Trigona sapiens dan Trigona clypearis) yang bertahan hidup dengan cara menggigit, bukan menyengat.
Sedangkan madu yang lebih banyak dikenal oleh masyarakat merupakan madu dari lebah penyengat spesies Apis (Apis cerana, A. meliafera, A. dorsata, dan lain-lain).

Salah satu perbedaan fisik kedua spesies lebah ini dapat dilihat dari bentuk sarangnya. Sarang lebah madu spesies Apis berbentuk heksagonal, sedangkan sarang lebah klanceng berbentuk seperti pot atau kendi bulat yang melintang secara horizontal. Karena kedua madu ini dihasilkan dari jenis lebah yang berbeda, karakteristik madu yang dihasilkan juga berbeda.

Lalu, seperti apa sih kandungan manfaat yang ada di madu klanceng?

Madu klanceng dan madu biasa memang memiliki beberapa perbedaan, namun khasiat mereka untuk kesehatan manusia sama-sama banyak. Berikut beberapa manfaat madu klanceng bagi kesehatan manusia:

Antioksidan

Madu klanceng memiliki senyawa antioksidan bernama protacatechuic acid (PCA), 4-hydroxyphenylacetic acid, dan serumen. PCA merupakan antioksidan kuat yang terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka.

Antibakteri

Manfaat madu klanceng ini datang dari kandungan hidrogen peroksida, flavonoid, senyawa fenolik, dan peptida antibakterial.
Beberapa penelitian mengungkap bahwa konsumsi madu klanceng dapat menyembuhkan infeksi akibat bakteri E. coli, B. subtilis, P. syringae, M. luteus, B. megaterium, dan B. brevis.

Hidrogen perokside juga merangsang produksi sitokin yang merupakan respon tubuh untuk membunuh bakteri jahat. Hidrogen peroksida dapat menarik leukosit ke daerah luka serta dapat menstimulasi limfosit B, limfosit T, dan neutrofil untuk melawan bakteri.

Di Kota Madiun sendiri, pembudidaya madu klanceng cukup diminati. Pasalnya lewat konsep Kota Sejuta Bunga yang dilanjutkan dengan budidaya lebah madu yang gencar dipromosikan Wali Kota Madiun Maidi itu terbukti cukup menjanjikan.

Setidaknya, itu sudah dibuktikan Mazda Kusuma Pangestu yang juga sudah membudidayakan lebah jenis klanceng itu sejak dua tahun terakhir. Tak disangka pria 29 tahun itu sudah beromzet rata-rata Rp 8 juta lebih setiap bulannya dari budidaya stingless bee alias lebah tanpa sengat tersebut.
Tak hanya itu, untuk semakin memperkenalkan lebah klanceng di masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun juga gencar melakukan pelatihan budidaya lebah klanceng yang sasarannya merupakan masyarakat perwakilan dari tiap kelurahan di Kota Madiun.
(ws hendro/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

MADIUN - Penerapan Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Madiun sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Penambahan penghasilan bagi pegawai itu dengan berdasar kinerja tersebut cukup berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka...

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

MADIUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun kembali melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai tahun 2021. Adapun barang ilegal tersebut terdiri atas 64 botol atau 28.160 mililiter minuman...

Don`t copy text!