Produk Kerajinan Kulit Warga Demangan yang Mendunia

Di Posting Oleh madiuntoday

27 September 2021

Produk Sudah Sampai Singapura, Kanada, dan Amerika

MADIUN – Produk-produk jempolan UMKM Kota Madiun terus bermunculan. Seperti, kerajinan kulit warga Kelurahan Demangan ini. Bahkan, Wali Kota Madiun memberikan apresiasinya saat berkunjung di lokasi sembari bersepeda beberapa waktu lalu.

‘’Ini ada produk kerajinan kulit yang bagus dan sudah ekspor. Artinya, produk kita sebenarnya bukan produk sembarangan. Ini luar biasa,’’ kata wali kota.

Produk handmade berbahan kulit sapi itu memang sudah sampai di Singapura, Kanada, dan Amerika. Karenanya, tentu bukan kualitasnya bukan asal-asalan. Berbagai produk seperti dompet, nametag, tempat botol hand sanitizer, card holder, tempat kunci remote, hingga masker berbahan kulit laris manis di berbagai negara tersebut. Karenanya, wali kota juga berencana memberikan bantuan-bantuan untuk pengembangan usaha.

‘’Saat ini semuanya masih dikerjakan tangan. Kalau ada pesanan dalam partai besar, tentu akan kerepotan. Makanya tadi saya minta dinas terkait untuk mengupayakan apakah bisa ada bantuan mungkin mesin jahit dan sebagainya,’’ jelasnya.

Hendro Suwignyo, pemilik kerajinan kulit Suwindya Project tersebut mengaku tak menyangka dengan respon wali kota tersebut. Selain itu, wali kota juga tertarik dengan tempat id card dan berencana menggunakannya untuk ASN Pemkot Madiun. Apalagi, menurut wali kota produk serupa di negara tetangga masih kalah jauh dengan miliknya.

‘’Jujur saya tidak menyangka dengan respon bapak wali kota. Mungkin karena beliau juga pengusaha, jadi langsung tahu bagaimana pengembangan usaha, kesulitannya apa, dan harus bagaimana sudah langsung terjawab,’’ jelasnya.

Hendro mengaku belajar secara otodidak. Namun, warga Demangan kelahiran Surabaya itu memang sudah suka produk-produk berbahan kulit. Kecintaannya bertambah kuat lantaran memiliki teman yang juga memiliki usaha kulit tetapi lebih fokus produk sepatu dan sandal. Dia banyak melihat bagaimana kulit tersebut diolah. Sisa-sisa bahan kulit di tempat temannya itu sengaja untuk bahan uji coba.

‘’Ada sisa bahan saya minta dan iseng-iseng saya buat tempat korek zippo. Ternyata bagus kata teman saya itu. Dari situ saya semakin terpacu,’’ ungkapnya.

Hendro yang menikah dengan warga Demangan akhirnya pindah ke Kota Madiun dan mulai merintis usaha sejak 2018 lalu. Bahan kulit yang cukup mudah didapat di Kota Pendekar membuat Hendro tak berfikir panjang untuk membuka usaha kerajinan kulit tersebut. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

Gelar FGD Remunerasi, Wali Kota Imbau ASN Optimal Dalam Bekerja

MADIUN - Penerapan Remunerasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Madiun sudah berlangsung sejak 2018 lalu. Penambahan penghasilan bagi pegawai itu dengan berdasar kinerja tersebut cukup berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka...

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

Bea Cukai Madiun Musnahkan BB Minol dan Rokok Ilegal

MADIUN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun kembali melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di bidang cukai tahun 2021. Adapun barang ilegal tersebut terdiri atas 64 botol atau 28.160 mililiter minuman...

Don`t copy text!