Kisah Rahajeng Arimurti, Mantan Atlet Tolak Peluru yang Kini Bekerja di KONI

Di Posting Oleh madiuntoday

21 Oktober 2021

Setiap 17 Agustus Dapat Reward Tambahan dan Bebas Pilih Sekolah

MADIUN – Atlet berprestasi di Kota Pendekar ada juga yang bekerja di Komite Olahraga Nasional Indonesaia (KONI) Kota Madiun. Dialah Rahajeng Arimurti yang tak lain mantan atlet atletik nomor tolak peluru. Ajeng –sapaannya- sudah bekerja di KONI sejak 2019 lalu.

‘’Sebenarnya dulu pernah ditawari di Satpol PP pada 2013 lalu. Tetapi disaat itu saya sudah diterima kuliah di UM (Universitas Negeri Malang) jadi tidak saya ambil,’’ kata Ajeng saat ditemui di kantor KONI, Kamis (21/10).

Baginya, tak masalah bekerja di KONI. Toh, KONI juga bagian dari pemerintah. Selain itu, dirinya juga tetap dekat dengan olahraga yang pernah membesarkan namanya. Ajeng sudah menjadi atlet sejak masih duduk di bangku SD. Berbagai cabor dan nomor pernah diikutinya hingga akhirnya jatuh pada tolak peluru. Ya, warga Jalan Sri Utama Kelurahan Sukasari itu memang bertubuh bongsor.

‘’Saya pernah ikut O2SN, POR SD, Popda, sampai Porprov. Alhamdulillah, dapat perunggu sama perak,’’ jelasnya.

Ajeng pernah mendapatkan medali perunggu di POR SD pada 2004. Setelahnya, dia kembali mendapat Perunggu pada Popda dan perak pada O2SN pada 2008. Terakhir, Ajeng mendapatkan medali perak di Poprov 2019. Keberhasilannya itu tentu bukan datang begitu saja. Tetapi berangkat dari kerja keras dan juga dukungan berbagai pihak termasuk Pemerintah Kota Madiun. Ajeng mengaku selalu mendapatkan uang pembinaan, reward usai kejuaraan, reward saat hari kenegaraan, sampai kemudahan urusan pendidikan.

‘’Dari SD sampai SMA saya dapat jalur khusus di sekolah yang saya inginkan. Kuliah juga pakai piagam-piagam olahraga. Selain itu, setiap upacara 17 Agustus selalu diundang dalam upacara untuk mendapatkan reward. Itu di luar pembinaan dan reward usai kejuaraan kalau berprestasi,’’ ungkap alumni SD Indrakila dan SMPN 1 itu. (ws hendro/agi/madiuntoday)

.

Artikel Terkait

Don`t copy text!