Kenaikan Harga Minyak Goreng Picu Inflasi Oktober 2021

Di Posting Oleh madiuntoday

2 November 2021

MADIUN – Kenaikan harga minyak goreng di pasaran rupanya berdampak terhadap perekonomian di Jawa Timur. Bahkan, kondisi ini menyebabkan inflasi bulan Oktober di sejumlah daerah. Tak terkecuali, di Kota Madiun.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat kenaikan harga minyak goreng hingga 7,05 persen itu menyumbang andil 0,08 persen terhadap inflasi di Kota Pendekar. ‘’Pada Oktober 2021, inflasi di Kota Madiun mencapai 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 105,41,’’ tutur Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny dalam rilis secara virtual, Senin (1/11).

Menurut Henny, kenaikan itu dipicu oleh tingginya harga minyak sawit mentah (CPO). Selain itu, pasokan bahan baku di pasar minyak nabati dan lemak secara global mengalami penyusutan. Sehingga, kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kota Madiun saja. Tapi juga lingkup Jatim, bahkan nasional.

Selain minyak goreng, sejumlah komoditas lainnya juga turut andil terhadap inflasi Kota Madiun. Antara lain, daging ayam ras, sabun mandi, cabai rawit, cabai merah, dan rokok kretek filter. Sedangkan, komoditas penekan inflasi di antaranya harga nangka muda, terong, bawang merah, dan telur ayam ras.

“Meski begitu, angka inflasi di Kota Madiun lebih rendah dibanding inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,18 persen dan nasional 0,12 persen,’’ imbuhnya.

Sementara itu dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi adalah di Kota Surabaya dengan angka inflasi 0,20 persen. Kemudian, Malang 0,19 persen, Kediri 0,18 persen, Probolinggo 0,13 persen, Kota Madiun 0,09 persen, dan Jember 0,04 persen. Serta, Banyuwangi dan Sumenep masing-masing 0,02 persen. (Nanda/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!