Kisah Peserta Nikah Massal, Tak Pernah Membayangkan Ijab Kabul Di Rumah Dinas Wali Kota

Di Posting Oleh madiuntoday

11 November 2021

MADIUN – Senyum semringah langsung mengembang di bibir Wagiyem ketika laki-laki di sampingnya selesai mengucapkan ijab kabul. Perempuan 63 tahun itu lega bahwa kini pernikahannya dengan Soeminto telah sah di mata hukum dan agama. Tak hanya itu, pernikahan inipun terasa spesial karena berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Pahlawan.

“Tentunya tidak menyangka bisa menikah di sini. Apalagi, disaksikan oleh Bapak Wali Kota (Maidi, red),” tutur warga Kelurahan Pilangbango tersebut saat diwawancarai setelah prosesi ijab kabul, Kamis (11/11).

Sebelumnya, Wagiyem telah menjalani nikah siri dengan pria yang berusia 6 tahun di atasnya tersebut selama satu tahun. Kemudian, melakukan pendaftaran nikah massal melalui ketua RT setempat.

Berbeda halnya dengan pasangan Bagas Eko Cahyono (19) dan Amelia Anggraeni (20). Setelah berpacaran selama dua tahun, keduanya ingin segera menikah. Namun, terkendala biaya.

“Alhamdulillah ada program nikah massal ini, jadi bisa menikah gratis,” terang Amelia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun Agus Purwowidagdo mengatakan bahwa nikah massal ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Terkait lokasi acara, Agus menerangkan bahwa tahun ini pertama kali diselenggarakan ijab kabul di Rumah Dinas Wali Kota. Hal ini tak lepas dari kebijakan wali kota yang menjadikan rumah dinas sebagai pusat kegiatan masyarakat. Termasuk, penyelenggaraan ijab kabul dan temu manten.

Tahun ini, ada tujuh pasang peserta yang mengikuti prosesi nikah massal. Enam pasang dari Kecamatan Kartoharjo dan satu pasang dari Kecamatan Manguharjo.

“Kami harap tahun depan bisa menyelenggarakan kegiatan nikah massal dengan peserta yang lebih banyak dan menggandeng UMKM yang berkaitan dengan pernikahan,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!