Kenapa Social Media Break Penting Untuk Dilakukan?

Di Posting Oleh madiuntoday

12 November 2021

MADIUN – Media sosial layaknya oksigen yang dibutuhkan manusia untuk bernafas. Sebagian dari kita pasti sering tanpa jeda mengakses informasi-informasi terkini yang disajikan media sosial melalui berbagai platform andalannya. Sebut saja Facebook, Twitter, maupun Instagram.

Tak sekadar sebagai sumber informasi, media sosial juga tak ubahnya menjadi sarana untuk hiburan. Sayangnya, penggunaan media sosial yang berlebihan juga bisa berdampak buruk pada kesehatan mental kita. Bukan tanpa sebab, berdasarkan banyak penelitian yang sudah dilakukan, media sosial bisa menyebabkan depresi, harga diri rendah, masalah citra tubuh, kecemasan, isolasi sosial, dan banyak masalah psikologis lainnya.

Selain itu, jika berlebihan menggunakan media sosial juga dapat memicu gangguan makan dan perilaku menyakiti diri sendiri. Hal ini karena media sosial membuat kita terus membandingkan diri dengan orang lain di dunia maya dan memiliki perasaan Fear of Missing Out (FOMO). Maka dari itu, tak heran jika para pakar menganjurkan kita untuk secara berkala menerapkan social media break.

Kegiatan rehat sejenak ini berfungsi sebagai detox guna menghilangkan berbagai dampak buruk media sosial sampai siap menjadi penggunanya lagi. Sebagian besar dari kita sudah menjadi pengguna media sosial akut dan cenderung ketergantungan.

Jeda yang diambil terkadang menimbulkan kecemasan, namun ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk melakukan banyak hal lain yang tak kalah asik. Misalnya membaca buku, bermain dengan hewan peliharaan, atau menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang terdekat.

Tak hanya itu, social media break bukan berarti harus selalu dilakukan dengan mematikan ponsel atau memutus jaringan internet. Kita bisa melakukannya dengan membatasi waktu yang dihabiskan di depan platform media sosial sampai tahap minimal.

Agar lebih efektif, berikut adalah tips yang bisa dipraktikan ketika menerapkan social media break. Pertama letakkan ponsel jauh dari jangkauan. Kedua, beri waktu atau batasi interaksi yang dilakukan melalui media sosial. Ketiga atur zona bebas ponsel di rumah. Terakhir, matikan notifikasi dari platform sosial media yang kita miliki.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

Serahkan BRS, Kepala BPS: IPM Kota Madiun Naik 0,42 Poin

MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun masih cukup tinggi di Jawa Timur. IPM Kota Pendekar masih bertengger di tiga teratas. Pun, tercatat ada peningkatan 0,42 poin. IPM di angka 81,25 saat ini. Sementara IPM 2020 di angka 80,83. Hasil penghitungan...

Don`t copy text!