Minyak Goreng Dan Telur Ayam Picu Inflasi Kota Madiun November 2021

Di Posting Oleh madiuntoday

1 Desember 2021

MADIUN – Tingginya harga minyak goreng dan telur ayam di pasaran rupanya masih memengaruhi angka inflasi Kota Madiun pada November 2021. Berdasarkan data yang dihimpun BPS Kota Madiun, inflasi bulan lalu di Kota Pendekar mencapai 0,22 persen.

‘’Kalau dibandingkan dengan Oktober 2021, ada kenaikan inflasi sebesar 0,13 persen,’’ tutur Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny pada rilis angka inflasi Kota Madiun November 2021 melalui Zoom Meeting, Rabu (1/12).

Adapun tingginya angka inflasi disebabkan oleh kenaikan harga minyak goreng yang mencapai 13,03 persen dan telur ayam sebesar 12,78 persen. Sedangkan, komoditas lainnya yang berpengaruh meningkatkan angka inflasi di antaranya shampo, pepaya, telepon seluler, tarif kereta api, pisang, sabun mandi, ikan nila, dan air kemasan.

Sedangkan, komoditas penekan inflasi pada November 2021 adalah cabai rawit yang mengalami penurunan harga hingga 10,62 persen. Juga, daging ayam yang turun sebesar 1,89 persen. Selain itu, ada buah naga, jagung manis, apel, semangka, jeruk, tomat, kangkung, dan anggur.

Lebih lanjut, Henny menjelaskan, seluruh kota/kabupaten penghitung inflasi di Jatim mengalami inflasi pada November 2021. Inflasi tertinggi dialami oleh Sumenep sebesar 0,65 persen. Disusul Surabaya sebesar 0,39 persen, Jember 0,31 persen, Banyuwangi 0,28 persen, Malang 0,26 persen, Kediri 0,25 persen, dan Probolinggo 0,24 persen. Sedangkan, Kota Madiun mengalami inflasi terendah.

‘’Angka inflasi Kota Madiun pada November 2021 juga lebih rendah dibandingkan inflasi bulanan Jatim yang mencapai 0,35 persen dan Nasional sebesar 0,37 persen,’’ jelasnya.

Dengan rilis angka inflasi ini, Henny berharap data BPS bisa menjadi acuan pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan. Khususnya, untuk menekan angka inflasi agar tidak terlalu tinggi. (Nanda/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!