Setelah Pekerja Sektor Informal, Wali Kota Berencana Beri Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Modin, Marbot, dan Takmir Masjid

Di Posting Oleh madiuntoday

14 Januari 2022

MADIUN – Program Siaga Kita bagi pekerja sektor informal bakal diperluas. Program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja bukan karyawan tersebut akan merambah para modin, penjaga hingga takmir masjid. Wali Kota Madiun Maidi berencana memberikan mereka jaminan sosial tenaga kerja dengan pembiayaan dari Pemerintah Kota Madiun.

‘’Mereka itu punya peran besar dalam pelayanan masyarakat. Tetapi ternyata belum punya BPJS Ketenagakerjaan. Karenanya akan kita masukkan program Siaga Kita,’’ kata wali kota, Jumat (14/1).

Wali kota menyebut jumlahnya masih dalam pendataan. Namun, diperkirakan ada sekitar 800 orang. Mereka akan diberikan program jaminan seperti para pekerja sektor informal. Yakni, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Mereka setidaknya terlindungi saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam menjalankan tugas.

‘’Jadi saat meninggal keluarga yang ditinggalkan mendapat santunan. Kalau punya anak yang masih usia sekolah, mendapatkan beasiswa hingga S1. Namun, hanya untuk dua anak,’’ ujarnya sembari menyebut total anggaran beasiswa mencapai Rp 174 juta.

Dari program JKK dan JKM yang sudah berjalan, ahli waris peserta mendapat santunan Rp 42 juta jika meninggal bukan karena pekerjaan. Sedang, peserta yang meninggal karena pekerjaan mendapat santunan Rp 48 juta. Sedang, peserta yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan pengobatan tanpa batas alias unlimited sampai sembuh. Jika mengalami cacat total tetap akan mendapatkan santunan Rp 56 juta. Sementara iuran yang dibayar pemerintah seharga Rp 16.800 perbulan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

‘’Jadi pelindungan ini bukan hanya untuk pekerjanya, tetapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

.

Artikel Terkait