Inflasi Kota Madiun Turun Dibanding April, Telur Ayam Jadi Penyumbang Tertinggi Tiga Bulan Terakhir

Di Posting Oleh madiuntoday

6 Juni 2022

MADIUN – Telur ayam ras berpengaruh besar terhadap inflasi di Kota Pendekar untuk Mei kemarin. Telur ayam tercatat menyumbang inflasi 0,0699 persen, paling tinggi di antara sepuluh komoditas penyumbang inflasi di Kota Pendekar. Bahkan, telur ayam ini selalu menjadi penyumbang tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

‘’Kalau dihitung sejak Januari lalu, telur ayam ras ini tercatat mengalami deflasi hanya pada Februari. Selebihnya selalu menyumbang inflasi. Bahkan menjadi penyumbang tertinggi sejak Maret lalu,’’ kata Kepal Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Dwi Yuhenny saat High Level Marketing (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun di Aston Hotel, Senin (6/6).

Inflasi di Kota Madiun tercatat di angka 0,58 persen pada Mei lalu. Besaran inflasi sedikit menurut dibanding bulan sebelumnya, yakni di angka 0,97 persen. Namun, telur ayam ras menjadi penyumbang terbesar inflasi di kedua bulan tersebut. Selain telur, bawang merah dan semangka juga menjadi menyumbang inflasi untuk Mei tersebut. Henny menambahkan daging ayam potong juga sempat menjadi penyumbang berturut-turut untuk rentang Januari-April.

‘’Minyak goreng juga menjadi penyumbang inflasi untuk rentang Maret-April. Sedangkan, beras tercatat malah penyumbang deflasi,’’ imbuhnya.

Dia menambahkan inflasi Kota Madiun tercatat tertinggi kedua di Jawa Timur untuk hitungan bulanan. Namun, angka inflasi 0,58 persen tersebut masih normal. Bahkan, inflasi di kisaran 1 sampai 3 persen masih aman untuk hitungan bulanan. Tetapi akan tercatat tinggi jika diakumulasi dalam satu tahun. Sebab, inflasi tidak boleh lebih dari sepuluh persen dalam setahun.

‘’Kalau konsisten di angka 0,97 seperti pada April lalu ya bisa lebih dari sepuluh persen dalam setahun dan itu dikategorikan tinggi,’’ ujarnya.

Pun, tidak hanya Kota Madiun yang mengalami inflasi. 33 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur tercatat mengalami inflasi untuk Mei lalu. Tertinggi ada di Kediri dengan tingkat inflasi lebih dari satu persen. Tingginya permintaan barang setelah Covid-19 disebut menjadi salah satu penyebabnya.

‘’Untuk telur ini memang sedikit sensitif karena dikonsumsi banyak orang,’’ pungkasnya. (nanda/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait