Bertemu Tokoh Perempuan Kelurahan Taman, Wali Kota: Anak-anak Aset Berharga Masa Depan

Di Posting Oleh madiuntoday

23 Juni 2022

MADIUN – Kekerasan pada anak bukan hanya soal fisik. Tetapi bisa juga bisa datang dari perkataan. Karenanya, wali kota berharap masyarakat khususnya orang tua untuk memperhatikan perkataan saat berhadapan dengan anak.

‘’Anak itu salinannya orang tua. Kalau anak itu nakal, berarti ada andil orang tua di dalamnya,’’ kata Wali Kota Madiun, Maidi saat Program Wali Kota Bersama Rakyat, Pertemuan RT/RW, PKK, Organisasi Wanita, Dasa Wisma, Kader Posyandu Kelurahan Taman, Kamis (23/6).

Pertemuan yang juga dihadiri Ketua, Wakil Ketua, dan juga anggota DPRD Kota Madiun tersebut memang mengusung tema pencegahan kekerasan terhadap anak. Wali kota menambahkan masa anak-anak merupakan masa keemasan. Masa tumbuh dan berkembang. Masa tersebut harus maksimal agar pertumbuhan anak juga optimal. Hal itu penting mengingat anak merupakan aset sekaligus generasi penerus ke depan.

‘’Anak ini aset luar biasa. Banyak orang tua belum punya anak. Yang sudah punya anak harus diberikan kasih sayang yang maksimal. Jangan sedikit-sedikit dimarahi,’’ terangnya.

Anak-anak lanjut wali kota harus menerima kata-kata yang baik. Kata-kata yang lembut bukan perkataan yang kasar. Kenakalan pada anak harus disikapi dengan bijak. Bukan dengan amarah. Bukan dengan emosi. Anak-anak harus diarahkan bukan dimarahi. Wali kota menyebut anak-anak yang sering mendapatkan perlakukan kasar baik perbuatan maupun perkataan akan sulit menerima pembelajaran. Hal itu akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar di kelas.

‘’Kalau waktu berangkat sudah dimarahi, nanti di kelas juga akan sulit menerima pelajaran. Kalau begitu terus anak akan sulit berprestasi,’’ jelasnya.

Wali kota menambahkan SDM Kota Madiun, khususnya anak-anak harus berkualitas. Sebab, rasio jumlah penduduk dewasa dan anak-anak cukup timpang. Jumlah usia dewasa tiga kali lipat jumlah anak-anak. Hal itu salah satunya karena program KB yang cukup berhasil. Wali kota menegaskan jumlah anak-anak sebagai generasi penerus ke depan yang sedikit ini harus berkualitas.

‘’Kalau jumlah penduduk semakin berkurang, SDM harus semakin maksimal. Artinya, penduduk kita harus semakin berkualitas,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)

Artikel Terkait