147 Lansia Ngebrok Terima Bansos Rp 8,21 Juta
MADIUN – Pemkot Madiun menaruh perhatian lebih terhadap para lansia non potensial. Di Kota Madiun, mereka mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 8,212,500 juta per tahun.
Sedikitnya, ada 189 warga yang tergolong sebagai lansia non potensial atau ngebrok. Ratusan warga tersebut diberikan bantuan untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.
Seperti yang terlihat dalam giat gowes Wali Kota Maidi di Kecamatan Kartoharjo, Senin (31/10). Orang nomor satu di Kota Madiun itu menyalurkan bantuan sosial tersebut secara langsung ke rumah para lansia ngebrok.
“Prinsipnya pemerintah selalu hadir untuk membantu kesulitan masyarakat. Jangan sampai ada lansia yang terlantar disini,” ungkap Wali Kota Maidi.
Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos PP dan PA Kota Madiun, Esti Handayani mengtakan, untuk tahap pertama bantuan diberikan kepada 147 penerima. Sementara sisanya masih menunggu verifikasi.
Bantuan ini sudah pernah direalisasikan pada 2019 lalu. Saat itu, nilai bantuan sosial (bansos) yang diterima para lansia ngebrok mencapai Rp 2,5 juta setahun. Tahun ini, besaran bantuan dinaikkan menjadi Rp8,212,500 juta per tahun.
‘’Bantuan khusus lansia ngebrok saja. Hari ini dan dua hari kedepan penyaluran dilakukan secara simbolis oleh Bapak Wali Kota Maidi,’’ terangnya.
Pemkot berupaya memastikan agar bansos ini tepat sasaran. Karena itu, proses verifikasi faktual terus dilakukan di lapangan. Bila ada calon penerima yang meninggal, akan langsung dicoret.
Sebaliknya, jika ada yang belum terdaftar, akan diinput dalam data. ‘’Kita cek apakah data yang diusulkan benar atau tidak sampai di tingkat kelurahan,” ungkap Esti.
Penyerahan bantuan secara simbolis sudah dilakukan. Di antaranya untuk lansia ngebrok yang ada di Kartoharjo, Klegen, dan Kanigoro. Bantuan diberikan berupa uang tunai.
‘’Kami berharap jangan sampai ada lansia ngebrok yang tidak bisa makan, lalu akhirnya jadi terlantar. Karena pemkot hadir untuk masyarakat yang kesusahan,’’ pungkasnya.
(Nanda/kus/madiuntoday)