Pasar Barang Antik Sudah Beroperasi, Buka dari Pagi Sampai Malam Setiap Hari




MADIUN – Pasar barang antik Kota Madiun akhirnya beroperasi. Pasar yang memanfaatkan eks Pasar Mojorejo itu kini sudah dimanfaatkan paguyuban Madiun Barang Antik (Mbatik) sejak Oktober lalu. Pasar di Jalan Mastrip tersebut memang dilakukan rehabilitasi sebelumnya. Nah, masyarakat penggemar barang antik sudah bisa bertransaksi di sana. 


‘’Kita mulai mengisi kios sejak 1 Oktober kemarin. Memang belum semua barang kita bawa ke sini. Tetapi setidaknya sudah layak untuk dinikmati,’’ kata Sekretaris Paguyuban Mbatik, Andi Wicaksono, Kamis (1/12). 


Setidaknya terdapat tujuh kios sementara ini. Tujuh kios tersebut dimanfaatkan Andi dkk dengan cara berbagi tempat. Satu kios diisi barang-barang dari tiga sampai lima pemilik. Pembangunan memang belum selesai seutuhnya. Andi menyebut dari rencana awal memang ada 17 kios. Namun, pembangunan dilakukan secara bertahap. Andi berharap sisa kios tersebut dapat terealisasikan dalam waktu segera. 


‘’Teman-teman sangat antusias. Karena, dengan adanya ini kami sangat terfasilitasi. Ketika ada penggemar barang antik utamanya dari luar kota tidak perlu mencari-cari lagi. Kita sudah tersentra di sini,’’ ungkapnya. 


Sebelumnya, Andi dkk hanya berjualan di rumah masing-masing. Artinya, mereka yang mencari barang harus mencari-cari terlebih dahulu. Nah, hal itu semakin terminimalkan sekarang ini. Apalagi, pasar buka dari pukul 08.00 hingga 21.00. Andi berharap keberadaan pasar yang kini juga disebut Pasar Mbatik itu semakin dikenal ke depan. 


‘’Sebenarnya kita mau membawa lebih banyak barang-barang, tetapi belum berani karena gerbang depan belum bisa dikunci dan butuh perbaikan. Dari Dinas Perdagangan beberapa waktu lalu juga sudah bersedia melakukan perbaikan dan juga menambah petugas keamanan, tetapi memang belum,’’ ujarnya. 


Andi mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Madiun khususnya Wali Kota Maidi yang sudah memberikan perhatian kepada pedagang barang antik. Hadirnya fasilitas tempat tersebut diharapkan semakin meningkatkan perekonomian pedagang yang juga berdampak pada perekonomian daerah. (rams/agi/madiuntoday)