Hati-hati Penipuan Ekstensi APK, Sebelumnya Pakai Nama Jasa Pengiriman, Kali Ini Catut Instansi PLN
MADIUN – Aksi penipuan kian beragam di era digital. Satu lagi, penipuan modus baru dengan menyaru instansi tertentu. Kali ini, pelaku mencatut instansi PLN. Modusnya dengan mengirimkan korban sasaran sebuah file ekstensi APK melalui layanan pesan singkat WhatsApp. Tentu saja dengan dibumbuhi pesan persuasif terkait permasalahan tertentu. Jika aplikasi diunduh, pengirim bisa meretas data pribadi korban yang tersimpan dalam smartphone. Bahkan, bisa sampai menguras duit di dalam rekening.
Menanggapi itu, PT PLN (Persero) bergerak cepat dengan memberikan peringatan. Melalui akun instagram resmi PLN @PLN_id, Perusahaan Listrik Negara itu memposting pengumuman peringatan. PLN juga menyertakan screenshoot percakapan dari pelaku. Layaknya petugas PLN, pelaku berpura-pura memberikan peringatan terkait tagihan listrik untuk beberapa bulan yang belum terbayarkan. Pelaku juga menuliskan kata-kata ancaman pemblokiran dan pemutusan daya jika tidak merespon pesan tersebut. Terakhir, pelaku mengirimkan ekstensi file bertuliskan PLN.apk untuk diunduh.
‘’Pemberitaan tang terkait tunggakan rekening listrik disertai ajakan mendownload atau membuka aplikasi PLN.apk agar terhindar dari pemblokiran dan pemutusan listrik rumah pelanggan itu tidak benar, dan informasi tersebut bukan informasi dari PT PLN (Persero),’’ tulisnya.
Dilansir dari Detikinet, file yang dikirim tersebut diduga sebuah exploit yang berjalan di latar belakang untuk mengambil data korban. Misalnya data dari aplikasi perbankan yang ada di dalam handphone. Ekstensi APK itu dimungkinkan sebuah malware RAT (Remote Administrator Tool). Pelaku bisa me-remote HP korban dari jarak jauh dan beroperasi di balik layar.
Penipuan dengan modus tersebut bukan hanya mencatut PLN. Namun, juga mencatut berbagai instansi dan perusahaan. Salah satunya, perusahaan jasa pengiriman barang. Modusnya dengan mengirimkan ekstensi serupa. Bedanya, ekstensi tersebut dibumbui keterangan terkait paket tersebut. Misalnya, lihat foto paket. Masyarakat harus berhati-hati. Rasa penasaran yang muncul biasanya mengalihkan perhatian hingga mengklik ektensi tersebut. Masyarakat wajib curiga apalagi jika pengirim pesan tersebut sebuah nomor tak dikenal. (Instagram PLN_id/agi/madiuntoday)