Pastikan Kesanggupan Penyedia, Dindik Kota Madiun Undang Penyedia Bahas Pengadaan Laptop 2023



 

MADIUN – Pengadaan laptop bagi siswa SD dan SMP negeri di Kota Madiun untuk 2023 tampaknya bakal segera terwujud. Bahkan, tahapan pengadaan sudah dimulai dari sekarang. Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun mengundang penyedia jasa untuk memaparkan ketersediaan produk, kesiapan, spesifikasi, hingga kesanggupan memenuhi pesanan ribuan laptop tersebut, Jumat (9/12). 


‘’Hari ini kita mengundang enam vendor yang masuk konsolidasi pengadaan barang/jasa untuk mendengarkan paparan mereka mengingat kebutuhan kami cukup besar,’’ kata Kepala Dindik Kota Madiun, Lismawati usai mengadakan rapat bersama vendor di Ruang Adiwiyata Timur Kantor Dinas Pendidikan.


Konsolidasi pengadaan barang/jasa merupakan strategi pengadaan barang/jasa yang menggabungkan beberapa paket pengadaan barang/jasa sejenis. Penggabungan paket pengadaan menjadi satu paket dan diproses pengadaan satu kali. Dengan penggabungan paket, maka skala ke-ekonomian pengadaan akan meningkat. Konsolidasi pengadaan barang/jasa itu diatur dalam Perpres nomor 16/2018. Nah, tidak semua penyedia jasa yang telah kontrak konsolidasi dan terdaftar di LPSE e-Katalog. 


Dalam pengadaan laptop ini setidaknya hanya ada enam penyedia jasa. yakni, Supertone (SPC), Teradata (Axioo), Acer Indonesia, Zyrex, serta Libera dan Advance. Namun, baru empat di antaranya yang hadir dalam pemaparan laptop produk dalam negeri (PDN) tersebut. Lismawati menyebut tahapan paparan dari penyedia itu penting untuk meminimalkan kegagalan pengadaan seperti sebelumnya. Pasalnya, kebutuhan laptop kali ini cukup besar. Yakni, sebanyak 9.452 unit. Karenanya, dibutuhkan kepastian dari penyedia dengan melakukan paparan secara langsung. 


‘’Bukan hanya kesanggupan dalam pemenuhan ya, termasuk garansinya bagaimana, service centernya ada di Madiun tidak, dan juga terkait sparepart-nya sudah ada di Indonesia atau harus impor. Itu menjadi poin yang harus disampaikan ke kami. Sehingga kami benar-benar memastikan bahwa mereka itu mampu memenuhi kebutuhan kami,’’ ujarnya.

 

Lismawati menambahkan langkah selanjutnya akan dilakukan pengkajian bersama tim terkait. Setelah itu PPK akan memilih penyedia yang dirasa dapat memenuhi sesuai kebutuhan itu tepat waktu. Pemkot Madiun, lanjut Lismawati, telah melakukan persiapan jauh-jauh hari dalam pengadaan ini. Alasannya memberikan waktu bagi penyedia jasa untuk menyediakan ribuan laptop yang dibutuhkan. Harapannya tidak mepet seperti pengadaan tahun lalu. Hal itu penting mengingat waktu pelaksanaan juga singkat. Vendor yang terpilih nantinya wajib sudah memenuhi pesanan dalam waktu 100 hari kalender. 

 

‘’Jadi sebelum Desember ini habis, kita harus sudah memilih penyedia jasanya. Sesuai yang disampaikan PPK bahwa kontrak dilakukan setelah dokumen pelaksanaan anggaran jadi, yaitu targetnya Januari sudah tanda tangan kontrak,’’ pungkasnya. 

 

Seperti diberitakan Pemkot Madiun telah merealisasikan sebanyak 5.425 unit laptop kepada siswa kelas V dan VIII sekolah negeri di Kota Madiun pada 2020 lalu. Kemudian di tahun berikutnya, Pemkot Madiun memesan sebanyak 4.880 unit laptop. Namun saat pesanan datang, ternyata tidak sesuai spesifikasi. Pemkot Madiun lantas menolak seluruh pesanan tersebut. Pemkot kembali melakukan pengadaan untuk tahun anggaran 2023. Pengadaan tahun depan itu direncanakan sebanyak 9.452 unit dengan anggaran total sebesar Rp 53,2 miliar.

 

Nantinya, ribuan unit laptop itu bakal didistribusikan ke sejumlah siswa SD-SMP negeri di Kota Madiun. Perinciannya, 1.753 unit untuk kelas IV dan 1.847 unit untuk kelas V. Kemudian, 2.709 unit untuk kelas VII dan 2.739 untuk kelas VIII. Lalu, 173 unit untuk guru kelas IV dan VII. Sedangkan guru kelas VI dan VIII sebanyak 179 unit. Seperti yang sudah terealisasi, Pemkot Madiun nantinya menerapkan sistem pinjam pakai. (rams/agi/madiuntoday)