Ganti Kunjungi Puskesmas Sukosari, Delegasi Kenya Kaget Tidak Ada Kematian Ibu-Anak Paska Persalinan Kota Madiun
MADIUN – Lawatan delegasi Republik Kenya dan Republik Rakyat Bangladesh berlanjut. Belasan rombongan delegasi tersebut kali ini mengunjungi Puskesmas Sukosari Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun, Rabu (20/9). Sama seperti sebelumnya, rombongan kedua negara itu ingin belajar lebih jauh soal kesehatan reproduksi, penekanan angka kematian ibu dan anak paska persalinan, pengendalian penduduk melalui KB paska persalinan dan pencegahan stunting pada anak. Sama seperti saat di RSUD Kota Madiun kemarin, program dan inovasi di Puskesmas Sukosari juga membuat delegasi terkesan.
‘’Kita sangat terkesan dengan pelayanan kesehatan yang tersedia di sini. Kita ingin mengucapkan selamat kepada tim di sini yang sudah bekerja keras sejauh ini,’’ kata Ketua Delegasi Kenya, Mohamed Abdikadir Sheikh, usai kunjungan.
Rombongan meninjau satu persatu ruang pelayanan terkait di Puskesmas. Mulai ruang gizi, ruang Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), ruang KIA dan KB, dan lain sebagainya. Alur penanganan pun dijelaskan secara gamblang. Dimulai dari pra nikah hingga pendampingan setelahnya. Penanganan menyeluruh itu terbukti efektif menekan kematian ibu dan anak paska persalinan. Terbukti di Kota Madiun belum ada kasus kematian ibu atau anak paska persalinan di 2023 ini.
‘’Angka kematian paska persalinan di tempat kami masih cukup besar. sampai 3,4 persen. Apa yang dilakukan di sini saya rasa sangat luar biasa,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun dr Denik Wuryani menyebut dipilihnya Puskesmas Sukosari lantaran pertimbangan banyak hal. Selain tempat yang representatif karena memiliki gedung baru, Puskesmas Sukosari juga memiliki beberapa inovasi. Seperti Lumbung KB dan Liontin Mas Kawin. Lumbung KB merupakan inovasi untuk menjangkau masyarakat pasangan subur yang belum ber-KB. Sementara Liontin Mas Kawin merupakan inovasi untuk pasangan yang akan menikah.
‘’Jadi sejak masih remaja sudah kita beri pendekatan-pendekatan. Misalnya pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri, pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi pasangan yang akan menikah, hingga pendampingan saat kehamilan dan paska persalinan,’’ jelasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)