Masuki Musim Pancaroba, Mendung Mendominasi Cuaca di Kota Madiun




MADIUN - Suhu di wilayah Madiun raya terasa lebih dingin dari biasanya dalam seminggu terakhir. Dinginnya suhu tersebut lebih terasa pada malam hingga subuh dini hari. Bahkan, pagi tadi, Rabu (13/3) sebagian wilayah di Kota Madiun diguyur hujan.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca pada bulan ramadan tahun ini akan lebih teduh dan sejuk. Pasalnya, hampir seluruh wilayah Jawa Timur diprediksi berawan dan hujan.

Menurut data hujan lebat disertai petir pada pagi hari diprakirakan mengguyur wilayah Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Bojonegoro, Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Kediri.

Lalu hujan lebat pada siang hingga sore hari diprakirakan membasahi wilayah Surabaya, Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Nganjuk, Ponorogo, dan Madiun.

Hal ini dikarenakan pada Maret-April tengah memasuki periode musim pancaroba (peralihan musim-red). Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem selama periode musim tersebut.

"Selama periode pancaroba, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, dan fenomena hujan es," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam rilisnya, Rabu (13/3).

Untuk itu, masyarakat diminta untuk waspada dan jaga kesehatan dari beragam penyakit khas musim pancaroba. Umumnya, keluhan yang sering muncul adalah keluhan pada saluran pernapasan.

Sementara, bagi umat muslim yang berpuasa, tentu harus menjaga kesehatannya agar tak sakit dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal.
(Rams/kus/madiuntoday)