Banyak Temukan Hal Baik Saat di Brunei Darussalam, Wali Kota Coba Terapkan di Kota Pendekar
MADIUN – Wali Kota Madiun, Dr. Maidi baru saja pulang dari perjalanan luar negeri. Kali ini, orang nomor satu di Kota Pendekar itu mengunjungi Brunei Darussalam. Wali kota berangkat, Jumat (22/3) dini hari dan kembali ke tanah air, Minggu (24/3) sore. Meski kunjungan pribadi, wali kota tak lupa membawa oleh-oleh untuk Kota Pendekar.
‘’Mumpung saat ini Ramadan, kita melihat negara Brunei dan memang negaranya tenang dan nyaman,’’ kata wali kota, Senin (25/3).
Berbagai tempat dikunjungi wali kota dan rombongan. Di antaranya, kunjungan ke Istana Nurul Iman, Balai Khazanah Islam Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Masjid Jami Asr’, Masjid Omat Ali Syaiffudin, Water Village, Museum Royal Regalia, kantor pemerintahan, yayasan kaligrafi, hingga Universitas Brunei Darussalam.
Wali kota mengaku merasakan banyak perbedaan. Maklum, wali kota memperhatikan dan mengikuti budaya ramadan di negeri petro dollar tersebut. Mulai salat wajib, salat Jumat, juga iktikaf di masjid besar.
Wali kota menyebut suasana Ramadan di Brunei bisa menjadi teladan. Nyaman dan hangat. Salah satunya bisa dilihat dari kedekatan orang tua dengan anak-anaknya. Orang tua yang beraktifitas dengan anak-anaknya menjadi pemandangan biasa di sana. Bukan hanya anak-anak yang masih kecil. Tetapi seorang anak yang sudah tumbuh dewasa namun tetap hangat dengan orang tuanya.
‘’Pola kehidupan orang tua dengan anak sungguh sangat hangat. Pendidikan tidak boleh gagal dan orang tua mengambil peran penting dalam pendidikan awal untuk anak-anaknya. Itu hanya bisa terjalin kalau hubungan antar keduanya baik,’’ ujarnya.
Wali kota banyak mendapati mereka melakukan aktifitas bersama. Salah satunya ke masjid. Hal itu mungkin yang mulai jarang terlihat di tanah air saat ini. Orang tua kebanyakan sibuk dengan urusan masing-masing. Akhirnya hanya memerintah anak untuk ke masjid. Padahal, anak perlu diberikan contoh bukan perintah.
‘’Di sana juga nol alkohol. Hal-hal yang baik di sana bisa kita adopsi untuk Kota Madiun. Khususnya tentang keislamannya. Kegiatan muslimnya hebat di sana,’’ jelasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)