Sudah Ter-cover JKK-JKM, Ketua RW di Madiun Lor Meninggal Dunia, Keluarga Dapat Santunan Rp 42 Juta




MADIUN – Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian (Pro JKK-JKM) Kota Madiun terbukti membantu masyarakat. Seperti yang dirasakan keluarga almarhum Harry Prijanto Widodo warga Kelurahan Madiun Lor tersebut. Harry yang berstatus sebagai Ketua RW 3 tersebut sudah ter-cover Pro JKK-JKM Pemerintah Kota Madiun. Tak ayal, keluarga yang ditinggalkan berhak atas santunan dan program lainnya.

‘’Hari ini ada RW saya yang meninggal. Karena sudah kita ikutkan program JKK-JKM, keluarga yang ditinggalkan dapat santunan. Tadi saya serahkan sendiri secara langsung,’’ kata Wali Kota Dr. Maidi usai takziah di rumah duka, Senin (25/3).

Orang nomor satu di Kota Pendekar itu memang hadir di rumah duka untuk menyerahkan santunan. Seperti diketahui, Pemerintah Kota Madiun terus menambah cangkupan kepesertaan JKK-JKM tersebut. Program dulunya bernama Siaga Kita yang hanya meng-cover pekerja sektor informal. Program tersebut kemudian berganti nama dengan Pro JKK-JKM agar cakupan bisa diperluas. Bukan hanya pekerja sektor informal, tetapi juga mengcover ketua RT/RW, Linmas, PSM, kader kesehatan, dan lain sebagainya. Jumlanya, kini mencapai 14 ribu lebih anggota. Pemerintah Kota Madiun setidaknya mengeluarkan Rp 3,5 miliar setiap tahun untuk pembayaran premi belasan ribu peserta tersebut.

‘’Karena meninggal bukan karena kecelakaan kerja, santunanya dapat Rp 42 juta. Kalau ada anak usia sekolah juga dapat beasiswa sampai kuliah,’’ ujarnya.

Program tersebut bukan hanya membantu keluarga yang sedang tertimpa musibah. Tetapi juga untuk memastikan keberlangsungan keluarga yang ditinggalkan. Keluarga tidak kehilangan sumber pencarian ketika ditinggal tulang punggung keluarga. Anak-anak juga masih tetap bisa melanjutkan sekolah hingga tuntas.

‘’Ini juga salah satu upaya kita untuk menekan dan mencegah angka kemiskinan baru. Biarpun ditinggalkan tulang punggung keluarga, setidaknya ada yang ditinggalkan. Entah santunan untuk modal usaha atau yang lainnya. Anak-anak juga bisa sekolah,’’ pungkasnya. (ney/agi/madiuntoday)