Pengolahan Sampah Pakai Metode Cacah Jadi Pupuk yang Berhasil Suburkan Tanaman




MADIUN - Kreatif dan inovatif. Hal itulah yang tergambar dari Toni Yuswanto, warga Jalan Pacar Sari Kelurahan Manisrejo. Sejak 2015 dirinya telah berinovasi untuk mengelola sampah menggunakan metode cacah.

Yakni pemisahan sampah kering dan basah untuk selanjutnya diolah menjadi pupuk yang bisa menyuburkan tanaman.

“Dulu awalnya saya mencacah manual pakai alat seadanya, tapi setelah bikin mesin cacah tahun 2021 semua dilakukan mesin,” akunya.

Mesin, lanjutnya, mampu mengolah sampah berupa daun kering menjadi pupuk melalui proses fermentasi dengan beberapa bahan. Yakni sampah kering, kotoran kambing, hingga tetes tebu.

“Bahan baku dapatnya dari lingkungan sekitar. Sejak pakai mesin, bisa menghasilkan 200 kg dalam kurun waktu satu bulan produksi,” ucapnya.

Sementara, lanjutnya, pupuk hasil cacah sampah hanya digunakan di lingkungan sekitar. Namun Toni tak menutup kemungkinan jika ada yang ingin memesan dirinya akan melayani. Pupuknya dihargai Rp 30.000 untuk 20 kilogram.

“Lewat pupuk yang diolah sendiri ini, harapannya kami dapat selalu menjaga lingkungan dan iklim, juga bisa menambah income dengan inovasi-inovasi yang kami miliki,”pungkasnya.
(Dspp/kus/madiuntoday)