Atlet Kota Pendekar yang Berlaga di PON Sumut-Aceh (1)



FOBI Kota Madiun Sumbang Empat Atlet, Targetkan Minimal Satu Medali Emas

MADIUN – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI bakal digelar di Sumatera Utara dan Aceh. Gelaran event olahraga terbesar di tanah air itu akan berlangsung 8-20 September 2024 mendatang. Setidaknya ada tujuh atlet dari Kota Pendekar yang akan menjadi bagian dari kontingen Jawa Timur dalam gelaran tersebut. Empat di antaranya dari cabang olahraga (cabor) Barongsai.

Empat atlet tersebut yakni, Surya Adi Putra, Heru Iswanto, Kurniawan Tjandra Wijaya, dan Rizki Fadilah Saputra. Mereka akan bergabung dengan atlet Barongsai lain dari Tuban dan Surabaya.

‘’Untuk tim Barongsai ini Jawa Timur mengikuti lima kategori dengan sebanyak 16 atlet. Empat atlet dari Kota Madiun,’’ kata Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Madiun, Agus Setiawan, Selasa (2/7).

Meski hanya menempatkan empat atlet, anak didik Agus paling banyak turun dalam gelanggang dalam gelaran PON nanti. Sebab, mereka akan turun dalam beberapa kategori sekaligus. Seperti pasangan Surya Adi-Heru Iswanto yang akan turun di kategori tradisional, halang rintang, dan ketangkasan. Sementara pasangan Kurniawan-Rizki akan turun di kategori tonggak dan kategori kecepatan. Sementara atlet-atlet dari Tuban dan Surabaya kebanyakan hanya turun di satu kategori.

‘’Untuk kategori tradisional karena dibutuhkan delapan atlet, Adi sama Heru akan bergabung dengan atlet dari Surabaya. Begitu juga untuk kategori tonggak, Kurniawan sama Rizki akan gabung dengan atlet dari Tuban,’’ jelas Agus yang juga pelatih Cabor Barongsai Kontingen Jatim tersebut.

Sementara untuk kategori halang rintang, ketangkasan, dan kecepatan pasangan Adi-Heru dan Kurniawan-Rizki akan berjuang sendiri-sendiri. Sebab, di kategori itu cukup dilakukan dua atlet. Adi dan Kurniawan berperan di posisi kepala. Sementara Heru dan Rizki di bagian ekor. Agus optimis bisa merebut medali emas di antara tiga kategori tersebut.

‘’Kategori halang rintang, ketangkasan, dan kecepatan berpatokan pada catatan waktu. Dan catatan waktu atlet-atlet kita bagus. Semoga tetap konsisten hingga pertandingan nanti,’’ harap pria yang akrab disapa Akong itu.

Surya Adi Putra merupakan pelajar SMKN 5 Madiun yang saat ini masih duduk di kelas 11. Pelajar warga Kelurahan Pandean itu juga pernah menjuarai Kejurnas Barongsai di Yogyakarta bersama dengan Heru Iswanto. Heru merupakan warga Kelurahan Taman dan saat ini berusia 26 tahun. Sedangkan Kurniawan merupakan warga Kelurahan Oro-Oro Ombo dan berusia 27 tahun. Sementara Rizki merupakan warga Kelurahan Taman dan berusia 21 tahun.

‘’Mereka akan mulai Puslatda (pemusatan latihan daerah) gabungan di Surabaya 8 Juli nanti,’’ jelasnya.

Meski begitu, latihan untuk PON sudah dimulai Januari lalu. Namun, empat atlet dari Kota Madiun itu diberikan privilege untuk berlatih di Kota Madiun hingga Juli ini. Kendati demikian, bukan berarti lepas dari pemantauan KONI Jatim. Mereka wajib menjalani tes fisik setiap sebulan sekali di Surabaya. Bahkan, mereka harus bersiap gigit jari dan digantikan atlet lain jika dalam tes fisik berkala itu gagal memenuhi standar nilai yang ditentukan.

‘’Kenapa kemudian Barongsai ini menjadi cabor resmi dan dipertandingkan dalam olahraga, karena memang benar-benar menguras fisik. Jadi bukan sekedar kesenian semata,’’ ungkapnya.

Akong menambahkan perjalanan anak didiknya hingga masuk kontingen Jatim untuk PON XXI juga tidaklah mudah. Bakat mereka mulai dilirik KONI Jatim dari gelaran Selekprov dan berlanjut di Pra PON tahun lalu. Di Pra PON tersebut mereka bergabung di zona dua dan bertanding dengan kontingen provinsi lain. Di antaranya DKI, Banten, Jateng, dan DIY.

‘’Jadi Pra PON ini bisa dibilang babak kualifikasinya. Dari Pra PON itu hanya menyisakan sembilan provinsi yang akan bertanding di PON nanti,’’ terangnya.

Diakuinya gelaran PON nanti tidaklah mudah. Khususnya jika bertemu salah satu tuan rumah, yakni Aceh. Anak didiknya sudah pernah bertemu dan selisih waktunya hanya dihitungan detik. Namun, dia optimis keempat anak didiknya bisa memberikan performa terbaik di gelaran PON nanti.

‘’Minimal satu medali emas, tetapi kami optimis bisa meraih medali lebih dari itu,’’ pungkasnya. (ney/agi/madiuntoday)