Atlet Kota Pendekar yang Berlaga di PON Sumut-Aceh (2)



Savira Diah Fitri Rizkianti Andalan di Cabor Kurash, Pernah Tampil di Asian Games

SURABAYA – Atlet Kota Pendekar kedua yang bakal tampil di PON XXI Sumut-Aceh datang dari cabang olahraga (cabor) Kurash. Ada nama Savira Diah Fitri Rizkianti yang saat ini tengah menjalani pemusatan latihan daerah (Puslatda) di Surabaya. Savira yang merupakan warga Kelurahan Kanigoro, Kartoharjo, Kota Madiun itu sudah masuk Puslatda Jawa Timur sejak 2021 lalu dan sudah mengikuti berbagai kejuaraan termasuk PON Papua lalu.

‘’Kalau dipertandingkan secara resmi di PON ini baru yang pertama. Karena waktu di PON Papua lalu, cabor Kurash hanya eksebisi,’’ kata Savira saat dihubungi melalui aplikasi chatting, Jumat (5/7).

Kala itu dia turun di kelas under 52 kilogram dan mendapatkan medali perak. Hal itu tentu menjadi modal besar bagi Savira di gelaran PON Sumut-Aceh yang dijadwalkan 8-20 September 2024 nanti. Tak heran, dia menargetkan medali emas di gelaran tersebut. Namun, tentu butuh upaya yang tak mudah. Savira harus menurunkan berat badan sampai empat kilogram. Itu lantaran dia akan turun di kelas under 48 kilogram di PON nanti.

‘’Saya memang dari awal mainnya di -52 kilogram, tapi karena tuntutan waktu itu mau ke pertandingan internasional dan harus turun di kelas -48 kilogram. Kebetulan waktunya berdekatan dengan Pra PON, jadi akhirnya mainnya sekalian di -48 kilogram untuk PON nanti,’’ jelas mahasiswi Universitas Hang Tuah Surabaya jurusan psikologi tersebut.

Di PON XXI nanti setidaknya ada sepuluh atlet Kurash kontingen Jawa Timur. Terdiri dari empat laki-laki dan enam perempuan. Salah seorang di antaranya tentu Savira. Dalam gelaran PON nanti, Savira targetkan medali emas. Hal itu bukan tanpa sebab. Selain ingin meningkat dari capaian PON Papua lalu, dia cukup punya peluang besar. Sebab, dia sudah beberapa kali turun di level yang lebih tinggi. Salah satunya, World Kurash Championship 2023 di Ashgabat, Turkmenistan. Kala itu dia berhasil meraih juara tiga.

‘’Event internasional terakhir di Asian Games China juga 2023 lalu. Tapi belum dapat medali. Yang PON nanti Insyaallah emas, aamiin,’’ harapnya.

Meski sudah cukup berpengalaman tanding hingga di event internasional, bukan berarti Savira tak berlatih keras. Puslatda PON XXI sudah dimulai dari 2023 lalu. Porsi latihannya pun cukup padat. Savira berlatih tiga kali sehari untuk Senin sampai Jumat. Durasinya satu sampai dua jam sekali latihan. Latihan pagi dimulai pukul 06.00-07.00, latihan siang dimulai pukul 10.00-11.30 dan latihan sore pukul 16.00-18.00.

‘’Kalau Sabtu hanya latihan pagi saja dan Minggu libur,’’ jelasnya alumnus SMAN Olahraga Jawa Timur (SMANOR) itu.

Savira ternyata sudah mengenal olahraga bela diri sejak SD. Namun, bukan di Kurash. Kala itu dia ikut bela diri Judo. Itu dikenalkan dari sang ayah. Maklum, ayahnya seorang Pejudo dan sempat menjadi pelatih. Savira mulai mengenal Kurash selepas SMA. Dari yang awalnya sekedar mencoba, dia malah tertarik hingga sekarang.

‘’Karena secara permainan hampir mirip dengan Judo dan ternyata ada peluang besar di situ (Kurash). Makannya saya tekuni sampai sekarang,’’ jelas perempuan 22 tahun itu.

Savira menjelaskan teknik Judo dan Kurash nyaris sama. Judo, lanjutnya, ada main bawah seperti kuncian, patahan, dan cekikan. Sementara, di Kurash hanya main atas, yaitu bantingan. Karenanya, atlet Judo banyak yang juga turun di Kurash atau sebaliknya. Bahkan, Savira menyebut juga pernah turun di cabor Sambo saat masih turun di Porprov.
‘’Saya dulu sempat main di Porprov sambo juga. Untuk main di PON hanya satu cabor saja tidak lebih. Tidak masalah dulunya atlet Judo atau lainnya,’’ ungkapnya.

Savira mengaku ingin tampil totalitas di PON XXI nanti. Karenanya dia fokus berlatih dan tidak pulang meski libur latihan. Savira mengaku baru mau pulang jelang keberangkatan.

‘’Untuk sekarang di Surabaya terus. Kalau mau berangkat pertandingan sepertinya akan pulang dulu (ke Kota Madiun),’’ pungkasnya. (savira/agi/madiuntoday)