Atlet Kota Pendekar yang Berlaga di PON Sumut-Aceh (3)



Rasyid Trio Rizky Rafilullah Turun di Beregu Putra Sepak Takraw, Pernah Dapat Perunggu di Asian School Games Malaysia

MADIUN – Atlet Kota Pendekar selanjutnya yang bakal tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumut-Aceh ialah Rasyid Trio Rizky Rafilullah. Warga Taman Asri Kelurahan Banjarejo Kecamatan Taman Kota Madiun ini bakal turun di cabang olahraga (cabor) sepak takraw nomor tim beregu.

‘’Untuk PON nanti, kontingen Jawa Timur hanya turun di dua nomor cabor sepak takraw. Tim beregu dan double-event. Untuk Rasyid ini masuk di tim beregu putra,’’ kata Oni Diar Akhyanto, pelatih tim sepak takraw putra kontingen Jawa Timur saat ditemui di kawasan Gor Wilis Kota Madiun, Sabtu (6/7) sore.

Kebetulan sang pelatih juga dari Kota Madiun. Oni merupakan warga Jalan Bumi Indah Kelurahan Kelun. Artinya, ada dua orang warga Kota Madiun yang bakal berpartisipasi di PON XXI untuk cabor sepak takraw. Pun, keduanya saat ini mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) di Sidoarjo. Namun, Sabtu (6/7) kemarin sedang libur latihan dan pulang ke Kota Madiun.

‘’Puslatda di SMANOR, jadwalnya Senin-Jumat pagi dan sore. Untuk Sabtu hanya latihan pagi dan Minggu libur. Makanya ini bisa pulang,’’ imbuhnya.

Rasyid sudah mengikuti Puslatda PON XXI sejak Januari 2024 lalu. Di nomor beregu terdapat tiga pemain. Rasyid akan bergabung dengan atlet dari Lumajang dan Blitar. Pria 24 tahun itu berada di posisi tekong. Pemain dengan posisi ini bertugas untuk menservis bola, menerima, dan menahan serangan dari regu lawan. Posisinya di bagian paling belakang. Sedang dua posisi lainnya yakni striker dan feeder.

‘’Kalau double-event hanya terdiri dari dua pemain. Yakni, striker dan feeder tanpa tekong. Itu mengapa Rasyid kemarin gagal ikut PON Papua karena ada perubahan nomor yang diikuti,’’ jelas Oni.

Ya, Rasyid memang sudah menjadi atlet sepak takraw Jawa Timur sejak sebelum gelaran PON Papua lalu. Sudah sempat mengikuti training center, Rasyid terpaksa gigit jari untuk tampil di PON Papua lantaran nomor yang akan diikuti berubah. Dari nomor beregu diubah menjadi double-event. Kontingen Jatim memang hanya diperbolehkan mengikuti dua nomor. Pada PON Papua kontingen Jawa Timur untuk sepak takraw turun di nomor double-event dan kuadran.

Kesempatan bagi Rasyid datang di PON XXI Sumut-Aceh yang dijadwalkan 8-20 September 2024 nanti. Kontingen Jatim bakal turun di nomor beregu dan double-event. Dia pun kembali masuk skuad. Kesempatan itu tentu tak akan disia-siakan Rasyid untuk memberikan penampilan yang terbaik.

‘’Kalau dari Kota Madiun kebanyakan spesialisasinya tekong. Tetapi sering saya katakan, jangan hanya main di tekong, harus bisa di posisi lain. Kalau bisa di tiga posisi, minimal akan masuk cadangan. Tapi kalau hanya tekong, ketika ada perubahan nomor yang diikuti, bisa-bisa malah gagal masuk,’’ ungkapnya.

Rasyid mengaku siap memberikan yang terbaik untuk kontingen Jawa Timur. Rasyid dan tim beregu putra ditarget medali emas. Begitu juga dengan nomor double-event. Cabor sepak takraw memang tak pernah absen medali di gelaran PON. Di PON Papua lalu setidaknya berhasil meraih satu emas dan satu perak untuk sektor putra. Bahkan, di bawah kepelatihan Oni, cabor sepak takraw Jatim selalu menyumbang emas dari gelaran PON 2000. Prestasi terbaik pada PON 2012 di Riau dengan berhasil mempersembahkan lima emas, satu perak, dan dua perunggu.

‘’Tentu saja ingin memberikan yang terbaik. Bisa turun PON itu kan kesempatan langka,’’ kata Rasyid.

Maklum, gelaran PON setiap empat tahun sekali. Tak ayal, kesempatan bagi atlet tentu tak banyak karena berpacu dengan usia. Gagal berlaga di PON Papua lalu tentu membuat Rasyid kecewa. Karenanya, dia sangat bersemangat di PON XXI Sumut-Aceh nanti mesti baru keikutsertaan yang pertama. Namun, Rasyid sejatinya sudah cukup kenyang pengalaman bertanding. Termasuk Asean School Games di Malaysia pada 2018 lalu. Dia berhasil mendapatkan medali perunggu kala itu.

‘’Ini pengalaman PON yang pertama. Ada rasa senang, bangga, tapi ada khawatirnya juga. Kalau untuk saat ini fokus latihan terus,’’ ujar mahasiswa semester tiga jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) tersebut.

Rasyid sudah mengenal sepak takraw dari SD. Berbagai kejuaraan pun sudah pernah diikuti alumnus SDN Pandean tersebut. Mulai dari POR SD, Porkot, Popda, hingga di Pra PON dan event internasional. Alumnus SMPN 6 Kota Madiun itu mengaku tertarik menjadi atlet takraw karena ingin bisa salto.

‘’Jadi dulu itu ingin bisa salto. Kalau di sepak takraw itu kan smashnya dengan salto. Sepertinya keren. Tapi sampai sekarang tidak bisa salto. Makanya di posisi tekong,’’ ungkap alumnus SMANOR itu. (ney/agi/madiuntoday)