Atlet Kota Pendekar yang Berlaga di PON Sumut-Aceh (4-Habis)



Atlet Kota Pendekar yang Berlaga di PON Sumut-Aceh (4-Habis)
Tarisha Tristania Putri Turun di Dua Nomor Atletik, Targetkan Emas di Nomor Estafet 400 Meter

MADIUN – Atletik menjadi cabang olahraga (cabor) keempat yang diikuti atlet Kota Madiun di gelaran PON XXI Sumut-Aceh nanti. Dari cabor ini ada nama Tarisha Tristania Putri. Di gelaran PON XXI yang dijadwalkan 8-20 September nanti, Tarisha akan turun di dua nomor sekaligus. Yakni, lari 400 meter putri dan lari 400 meter estafet putri.

‘’Kalau di estafet kami ditargetkan emas. Tapi kalau yang 400 meter putri, seperti akan sangat sulit,’’ kata Tarisha saat dijumpai di kawasan Stadion Wilis Kota Madiun, Minggu (7/7) lalu.

Tarisha memang tengah pulang ke Kota Madiun. Sejak masuk Puslatda PON XXI kontingen Jatim, perempuan 22 tahun itu lebih sering berada di Surabaya. Seperti atlet PON lain, dia hanya libur latihan di Sabtu sore sampai Minggu. Saat libur latihan, warga Jalan Suryo Manis Kelurahan Manisrejo itu sesekali pulang ke Kota Madiun.

‘’Minggu sore sudah balik lagi ke Surabaya. Saat ini fokus untuk latihan,’’ ujar mahasiswi Jurusan Ilmu Keolahragaan Unipma itu.

Apalagi, gelaran PON XXI sudah dekat. Tinggal sekitar dua bulan lagi. Tarisha juga turun di dua nomor sekaligus. Untuk nomor estafet dia akan bergabung dengan satu atlet dari Malang dan dua dari Sampang. Tarisha mengaku cukup optimis bisa meraih emas di nomor estafet 400 meter putri. Namun, tidak untuk yang 400 meter perseorangan putri. Pasalnya, persaingan cukup ketat dengan atlet-atlet nasional.

‘’Kalau di PON yang sudah atlet nasional boleh ikut. Bahkan, mas Zuhri (Lalu Muhammad Zuhri) yang juara dunia 100 meter itu juga ikut mewakili provinsinya,’’ ujarnya.

Di nomor putri 400 meter, Tarisha sudah cukup mengenal lawan-lawannya. Pun, sudah sering turun di satu gelanggang. Rekor waktu nomor 400 meter putri PON ada di 53 detik. Sementara catatan waktu terbaik Tarisha berkisar di 57,73 detik. Pemegang rekor PON tersebut juga akan turun di PON XXI nanti. Tak heran, peluangnya untuk merebut emas di nomor lari 400 meter putri tersebut cukup sulit.

‘’Tetapi memang yang menjadi musuh itu diri sendiri. Saya pernah terlalu percaya diri, ternyata ada atlet lain yang lebih baik. Prinsipnya saat ini fokus untuk latihan dan latihan untuk memperbaiki catatan waktu,’’ ungkapnya.

Untuk mendapatkan catatan waktu 57,73 detik itu juga tidak mudah. Tarisha menyebut catatan waktunya di awal-awal dulu masih di atas 1 menit. Tepatnya berkisar 75 detik. Kemudian naik di angka 62 detik. Tarisha butuh waktu setahun untuk meningkatkan catatan waktunya dan stabil di angka 58 detik. Dia pun bertekad untuk terus memperbaiki catatan waktunya.

Hari-harinya kini nyarus dihabiskan di lintasan lari. Dia biasa berlatih di lapangan Koni Kertajaya Surabaya. Dia biasa berlatih Senin sampai Sabtu. Dalam sehari ada dua hingga tiga sesi latihan. Yakni pagi pukul 07.00 sampai 11.00 dan sore pukul 15.30 sampai 18.30. Jika tiga sesi, ada jadwal latihan lagi pukul 19.30 sampai 21.00.

‘’Kalau sabtu hanya pagi saja. Kalau untuk tinggalnya di sana disediakan mes,’’ ujar alumnus SMAN 3 Taruna Angkasa itu.

Perjalanannya hingga masuk Puslatda PON juga tak mudah. Dia sudah melewati berbagai kejuaraan sebelumnya. Di antaranya, Porkot, Porprov, O2SN, Kejurda hingga Kejurnas. Namun, dulunya dia turun di nomor lompat jauh. Di nomor lompat jauh, dia pernah mendapatkan satu medali emas dan satu medali perak di Porprov 2022. Sementara di gelaran 2023 mendapatkan dua medali perak. Sedang di nomor lari dia pernah mendapatkan perak di Kejurda 2021.

‘’Kalau Atletik memang bisa berpindah nomor. Dari pelatih menyarankan untuk mencoba nomor lari,’’ jelas alumnus Bakti Ibu itu.

Sudah turun diberbagai kejuaraan bukan berarti Tarisha bisa langsung masuk Puslatda PON XXI. Dia harus melewati serangkaian seleksi. Di awali dari undangan seleksi nasional di Jakarta untuk Sea Games dan PON. Dalam seleksi itu sudah ditetapkan limit untuk 400 meter putri di angka 59 detik. Tarisha yang mencatatkan waktu 57,73 detik itu pun lolos. Dia berhasil masuk empat besar pelari tercepat. Pelari pertama masuk Puslatda Sea Games. Sedang, nomor dua sampai empat masuk PON mewakili daerah masing-masing. Termasuk Tarisha.

Namun, sebelum itu Tarisha sempat dihantui cidera. Dia mengalami cidera paha depan saat berlatih lompat jauh. Dia butuh waktu empat bulan untuk pemulihan total. Meski begitu dirinya ngotot untuk turun di Kejurnas Solo nomor lari 400 meter. Tarisha sempat dilarang pelatih. Benar saja, baru sampai 200 meter awal, cideranya kambuh. Meski terpincang, dia berupaya menyelesaikan hingga garis finish.

‘’Kalau saya berhenti, takutnya berimbas pada tim estafet karena saya juga terdaftar di estafet juga,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)