Masuki Musim Penghujan, BMKG Imbau Waspadai Bencana Hidrometrologi
MADIUN – Hampir semua wilayah di Jawa Timur saat ini telah memasuki musim penghujan. Tak terkecuali di Kota Madiun. Sejak awal November 2024 hujan seringkali turun antara sore hingga malam hari.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris menuturkan bahwa saat ini angin monsun Asia mulai menguat. Sehingga, intensitas hujan semakin tinggi.
‘’Meski begitu, saat ini monsun Asia belum dominan sehingga perlu diwaspadai terjadinya bencana hidrometrologi,’’ ujarnya, Senin (25/11).
Saat angin monsun Asia sudah sepenuhnya mendominasi, maka intensitas hujan akan semakin tinggi. Terutama, pada malam hingga dini hari.
Lebih lanjut, Setiyaris menjelaskan bahwa awal musim penghujan tahun ini maju 1-2 dasarian lebih cepat. Dengan begitu, puncak musim penghujan juga diperkirakan maju pada Januari 2025. ‘’Biasanya Februari. Hujan diperkirakan turun sampai Maret-April. Kemudian, April-Mei akan masuk masa transisi dan Juni mulai awal musim kemarau,’’ imbuhnya.
Kepada masyarakat, Setiyaris mengimbau untuk tetap waspada. Terutama, bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor atau banjir. ‘’Musim hujan lebat rawan banjir. Lakukan langkah antisipasi. Jika awan gelap hindari berada di ruang terbuka untuk menghindari petir,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)