Antisipasi Inflasi Jelang Nataru, Disdag Siapkan Strategi Stabilisasi Harga Dan Stok Bahan Pokok




MADIUN - Perayaan hari besar keagamaan menjadi salah satu momen yang patut diwaspadai. Terutama, dalam hal ketersediaan stok dan harga bahan kebutuhan pokok. Pasalnya, angka permintaan barang yang cukup tinggi dalam perayaan hari besar berpotensi memicu kelangkaan stok dan meningkatnya harga barang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Madiun melalui Dinas Perdagangan telah mempersiapkan sejumlah strategi.

"Mulai tanggal 9 - 16 kami akan menyelenggarakan bazar murah. Lokasinya di 3 kecamatan secara bergiliran," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Anshar Rasidi, Jumat (6/12).

Menurut Anshar, Disdag telah menetapkan lokasi bazar murah di 3 kecamatan. Yakni, Kelurahan Kuncen untuk Kecamatan Taman, Lapangan Kanigoro untuk Kecamatan Kartoharjo, dan Lapangan Winongo untuk wilayah Kecamatan Manguharjo.

Tidak hanya itu, Disdag juga mengaktifkan toko acuan di Pasar Sleko. Serta, Warung Tekan Inflasi (Wartek) . Seperti di Pasar Besar Madiun (PBM).

Adapun toko acuan dan Wartek, menurut Anshar, bertujuan untuk stabilisasi harga dan stok bahan kebutuhan pokok di pasaran.

Selain itu, strategi berikutnya dilakukan dengan meningkatkan kerja sama antardaerah. Khususnya, terhadap daerah penghasil bahan kebutuhan pokok. Seperti Magetan dan Nganjuk.

"Kami minta distribusi barang lancar. Karena proses distribusi itu juga memengaruhi inflasi," imbuhnya.

Untuk itu, Anshar mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap harga dan stok bahan kebutuhan pokok. Utamanya, menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

"Hingga saat ini harga masih landai. Tidak ada kenaikan yang melebihi HAP (harga acuan penjualan, red). Begitu juga stok masih sangat cukup," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Abdul Aziz mengimbau agar pemerintah memperhatikan ketersediaan barang selama menjelang Nataru. Terutama, komoditas hortikultura. Seperti bawang merah dan bawang putih.

Apalagi, pada November 2024 Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 0.29 persen. Atau, naik 0.09 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini tak lepas dari harga komoditas bawang merah yang mengalami kenaikan harga sebesar 31,53 persen sehingga memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0.12 persen.

"Produk hortikultura harus jadi perhatian. Apalagi, saat ini sudah musim penghujan yang dapat menyebabkan kualitas tanaman berkurang, produktivitas menurun, bahkan gagal panen," tandasnya. (Ney/irs/madiuntoday)