Berawal dari KIR, Siswi Kelas 9 MTsN Kota Madiun Raih Silver Medal di Kompetisi Riset Internasional
MADIUN – Ketertarikan untuk terus mengembangkan ide dan mencari solusi dari persoalan di sekitar membawa Filza Afnan Mahira menorehkan prestasi di kancah internasional. Siswi kelas IX tersebut berhasil meraih Juara 2 atau Silver Medalist dalam ajang penelitian Africa Science Buskers Festival 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Filza. Sebab, kompetisi ini merupakan lomba penelitian internasional pertamanya yang diikuti secara individu, tanpa tergabung dalam sebuah tim.
Filza dapat mengikuti kompetisi tersebut melalui kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di sekolah. Dari kegiatan itulah, ketertarikannya pada dunia penelitian terus berkembang hingga membawanya berkompetisi di tingkat internasional.
Dalam ajang tersebut, Filza mengangkat penelitian berjudul “Perbandingan Asam Kuat-Lemah dalam Silika Gel Ampas Tebu sebagai Adsorben Fe dan Cr.” Penelitian itu berangkat dari pemanfaatan limbah yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk persoalan limbah yang berkaitan dengan aktivitas di Kota Madiun.
Filza mengembangkan gagasan untuk memanfaatkan limbah menjadi material yang memiliki nilai guna. Penelitian tersebut juga berkaitan dengan dua jenis limbah yang umum dijumpai, yakni limbah dari kacang yang berkaitan dengan produksi sambal pecel serta limbah besi yang tidak terlepas dari aktivitas industri perkeretaapian di Kota Madiun.
“Alhamdulillah, senang banget karena ini lomba penelitian pertama yang tanpa tim atau individu,” ujar Filza.
Dalam kompetisi tersebut, delegasi dari Indonesia turut ambil bagian bersama peserta dari berbagai negara. Atas pencapaiannya, Filza membawa pulang sertifikat dan medali perak sebagai penghargaan atas penelitian yang dipresentasikannya.
Bagi Filza, penelitian bukan sekadar kegiatan untuk mengikuti perlombaan. Ia mengaku tertarik pada penelitian karena senang mengembangkan ide-ide baru dan mencari kemungkinan pemanfaatan sesuatu yang selama ini dianggap sebagai limbah.
Prestasi di Africa Science Buskers Festival 2026 bukan menjadi pengalaman internasional pertama bagi Filza. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih Bronze Award dalam ajang Korea Science & Engineering Fair International (KSEF) 2026.
Kini, siswi kelas IX tersebut kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi internasional berikutnya, yakni World Sustainable Development Goals Challenge (WSDGC) di Malaysia. Ajang tersebut menjadi tantangan baru bagi Filza untuk kembali mengembangkan gagasan penelitian dan inovasinya.
Di tengah kesibukannya menekuni penelitian, Filza juga telah memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan. Ia ingin melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran dan menjadi seorang dokter.
Langkahnya di dunia penelitian menjadi salah satu proses untuk terus belajar, mengasah rasa ingin tahu, sekaligus membuktikan bahwa ide sederhana yang berangkat dari persoalan di sekitar dapat dikembangkan menjadi sebuah karya yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.
(ws hendro/kus/madiuntoday)