Pavingisasi Berikan Banyak Manfaat bagi Masyarakat, Warga Harap Program Terus Berlanjut ke Depan
MADIUN – Program pavingisasi di Kota Madiun terbukti memberikan beragam manfaat bagi masyarakat. Bukan hanya soal perubahan fisik di lokasi pekerjaan. Tetapi juga manfaat pekerjaan hingga partisipasi di masyarakat. Tak heran banyak masyarakat bersyukur hadirnya program tersebut.
‘’Sangat bermanfaat sekali mas, karena seperti gang saya sendiri kemarin masih tanah dan kalau hujan jelas becek. Alhamdulillah adanya program paving ini gang di tempat saya menjadi bersih,’’ kata Heri Vita Winarko, warga RT 5 RW 2 Kelurahan Winongo, Senin (3/6).
Apalagi, program tersebut dikerjakan secara swakelola melalui kelompok masyarakat (pokmas). Artinya, ada kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat setempat. Pemerintah Kota Madiun memberikan anggarannya, masyarakat setempat yang mengerjakan. Tak heran, masyarakat turun merasakan uang pemerintah melalui pekerjaan pavingisasi dan lampunisasi tersebut.
‘’Bukan hanya itu saja, dengan sistem swakelola ini warga juga bisa mengetahui secara gamblang detail pekerjaannya. Karena sebelum pelaksanaan pekerjaan ada Musrenbangkel dan dihadiri oleh semua RT di lingkungan kelurahan. Mereka tahu RAB (Rencana Anggaran Biaya) dari usulannya mereka dan juga lebih mudah pengawasannya. Koordinasi antara Pokmas dan warga setempat juga baik,’’ jelasnya.
Hal itu, lanjutnya, berbeda dengan sistem pembangunan melalui rekanan. Pembangunan dengan pihak ketiga memang tidak melibatkan masyarakat secara langsung. Bahkan, masyarakat seringkali tidak tahu menahu terkait pembangunan yang berjalan.
‘’Terkadang kita masyarakat tidak tahu gambarnya pekerjaan nanti seperti apa. Terkadang tanpa pemberitahuan ke warga langsung dikerjakan. Warga jadi kebingungan sendiri harus segera membereskan barang yang ada di depan rumah mereka. Berbeda dengan Pokmas yang mengerjakan sudah kenal sehingga sebelum melakukan pekerjaan bisa berkoordinasi secara langsung. Selain itu, karena ini untuk lingkungan sendiri, pasti dikerjakan sebaik-baiknya. Karena pekerjaan dilihat hasilnya tidak hanya cuma satu bulan tetapi bertahun-tahun,’’ ungkapnya sembari berharap program terus dilanjutkan ke depan. (ws hendro/agi/madiuntoday)