Foto utama berita: Gowes Keliling Kota, Plt Wali Kota Madiun Cek P2L, Data Ekonomi hingga Kebersihan Lingkungan

Gowes Keliling Kota, Plt Wali Kota Madiun Cek P2L, Data Ekonomi hingga Kebersihan Lingkungan

MADIUN - Bersepeda keliling kota dimanfaatkan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun untuk memantau sejumlah hal di lapangan. Dalam gowesnya, Rabu (2/9), ia meninjau rencana lokasi kios sayur Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), mengecek perkembangan data ekonomi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), hingga melihat kondisi kebersihan lingkungan.

Pengecekan pertama dilakukan di kawasan Bunderan Taman. Plt meninjau lokasi yang disiapkan untuk kios sayur P2L Kecamatan Taman. Kios tersebut nantinya menjadi tempat penjualan langsung hasil produksi P2L dari masyarakat.

“Jadi saya bikinkan kios untuk P2L, yang nanti dibuat untuk langsung jualan. Saya siapkan chiller, jadi sayurnya fresh,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan kios tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan hasil P2L agar tidak berhenti pada kegiatan produksi. Hasil panen dari program tersebut diharapkan bisa memiliki pasar dan memberikan nilai tambah bagi kelompok P2L.

Plt walikota juga tengah menyiapkan agar hasil P2L dari masing-masing kecamatan dapat dikomunikasikan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan membantu menghubungkan hasil produksi P2L dengan kebutuhan SPPG.

“Makanya kita harus branding dulu. Kita punya kios, punya kualitas, baru nanti kita terjun ke SPPG untuk bertarung harganya,” kata Bagus.

Lokasi kios sengaja dipilih di titik yang dinilai strategis, yakni di depan kantor DPRD Kota Madiun. Harapannya, keberadaan kios tersebut mudah dijangkau masyarakat sekaligus mendukung pemasaran hasil P2L.

Dari kawasan Taman, perjalanan dilanjutkan ke kantor BPS Kota Madiun. Plt berdiskusi mengenai perkembangan kondisi Kota Madiun selama Januari hingga Juli 2026.

Ia meminta sejumlah data, mulai dari perkembangan wisatawan dan pengunjung yang datang ke Kota Madiun hingga kondisi inflasi. Berdasarkan data yang diterimanya, inflasi Kota Madiun masih berada pada kondisi yang aman, yakni sekitar 2 persen.

Plt walikota juga meminta BPS memberikan rekomendasi berdasarkan data yang dimiliki. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi Pemkot Madiun dalam menentukan langkah kebijakan, khususnya untuk menjaga inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya minta rekomendasi dari BPS, dari data yang dimiliki ini apa yang bisa diberikan kepada Pemkot untuk bisa menindaklanjuti datanya, supaya inflasi dan pertumbuhan ekonomi ini bisa berjalan,” tuturnya.

Gowes kemudian berlanjut menyusuri sejumlah ruas jalan kota. Salah satunya kawasan Jalan Serayu yang menjadi akses cukup ramai karena terdapat dua kampus di sekitarnya.

Di lokasi tersebut, Plt melihat masih terdapat tumpukan daun di sejumlah sisi jalan. Kondisi itu menjadi perhatian karena kawasan tersebut cukup sering dilaluinya.

“Memang ini musim kering, banyak daun-daun. Tapi saya sering lewat situ, hampir setiap hari lewat situ, ini tidak ada yang membersihkan,” ujarnya.

Plt menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat. Karena itu, ia meminta kelurahan berkomunikasi dengan warga di sekitar lokasi untuk bersama-sama menjaga kebersihan.

“Kalau bicara kebersihan tidak semuanya tugasnya DLH. Masyarakat juga harus peduli terhadap kebersihan. Makanya tadi saya minta ke lurahan untuk berkomunikasi dengan masyarakat sekitar,” tegasnya.

(dspp/kus/madiuntoday)

Galeri Foto

19 foto
Kategori: Berita
Tag: #Berita #Fasilitas Publik #Pelayanan Publik #Sidak
Bagikan:
Nael

Nael

Penulis artikel di Madiun Today — portal berita resmi Pemerintah Kota Madiun.

Artikel Terkait