Foto utama berita: Tak Gentar Hadapi Karateka Berpengalaman, Langkah Kecil Abinaya Sabet Juara 1 Kumite di Ajang Internasional

Tak Gentar Hadapi Karateka Berpengalaman, Langkah Kecil Abinaya Sabet Juara 1 Kumite di Ajang Internasional

MADIUN - Tubuhnya masih kecil, tetapi keberaniannya di atas arena tak boleh diremehkan. Dia adalah Abinaya Alfarizi, bocah kelahiran Desember 2015 yang membuktikan itu lewat penampilan apiknya di ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup. Turun menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman, Abinaya justru berhasil menyabet Juara 1 Kumite -35 Kg SD 3–4 Putra.

Abinaya saat ini tercatat sebagai siswa kelas 4 SDN 02 Pandean Madiun. Di usianya yang masih 10 tahun, karate sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Ia mulai mengenal olahraga bela diri tersebut sejak duduk di kelas 2 SD. Dari sekadar mencoba, karate kemudian menjadi sesuatu yang ia tekuni dengan serius.

“Awalnya mulai karate waktu kelas 2 SD. Saya suka karena karate itu menantang. Selain itu, saya juga jadi punya banyak teman,” ujarnya.

Disiplin menjalani latihan menjadi salah satu kunci persiapannya sebelum turun dalam turnamen. Lima kali latihan dalam sepekan membuat Abinaya memiliki waktu cukup untuk mengasah teknik, fisik, sekaligus mental bertanding.

Kerja keras itu akhirnya terbayar dalam turnamen yang digelar di Yogyakarta pada 28-30 Agustus lalu. Ajang tersebut diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan turut diramaikan karateka dari luar negeri, salah satunya Filipina. Di tengah persaingan tersebut, Abinaya berhasil tampil sebagai juara dan berdiri di podium tertinggi.

Saat mengetahui namanya keluar sebagai juara pertama, Abinaya mengaku senang sekaligus bangga. Medali emas tersebut terasa semakin istimewa karena ia harus menghadapi lawan yang menurutnya memiliki pengalaman lebih banyak.

“Saya merasa bangga dan senang waktu tahu bisa juara satu. Tantangannya waktu bertanding adalah lawannya ada yang lebih berpengalaman. Jadi saya harus lebih berani dan percaya diri. Saya berusaha fokus dan tidak takut dulu sebelum bertanding,” ungkapnya.

Bagi Abinaya, bertemu lawan yang lebih berpengalaman bukan alasan untuk menyerah. Justru dari situlah ia belajar. Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk mengetahui kekurangan, memperbaiki kemampuan, dan semakin terbiasa menghadapi situasi. 

Prestasi di Yogyakarta pun menambah panjang catatan pencapaiannya. Sebelumnya, Abinaya berhasil meraih Juara 1 Kumite -30 kilogram SD kelas 1–3 putra pada Piala Dandim 0802/Ponorogo. Ia juga pernah menjadi Juara 1 Kumite Perorangan - 30 kilogram kelas SD 3–4 putra Madiun Open serta Juara 2 Kumite Perorangan - 30 kilogram Pra Pemula Putra Madiun Open.

Di balik langkahnya yang semakin mantap, ada dukungan dari keluarga, guru, dan teman-teman. Mereka menjadi orang-orang yang terus menyemangati Abinaya untuk berlatih, bertanding, sekaligus mengejar prestasi tanpa melupakan pendidikan.

Bagi Abinaya, setiap langkah menuju mimpi besar dimulai dari keberanian untuk mencoba, kemauan untuk terus belajar, dan pantang menyerah ketika menghadapi tantangan. Semangat itu pula yang ingin ia tularkan kepada teman-teman seusianya agar tidak takut bermimpi dan terus berjuang meraih prestasi melalui olahraga. 

“Untuk teman-teman yang sedang berjuang, tetap semangat dan jangan pernah menyerah untuk meraih mimpi,” pesannya.

Dari langkah kecilnya itu, Abinaya terus mengumpulkan pengalaman dan prestasi sebagai bekal untuk mengejar mimpi yang lebih besar. Ia pun berharap suatu hari nanti dapat berdiri di podium yang lebih tinggi sekaligus membawa nama Kota Madiun hingga ke panggung dunia.

(Bip/rat/Madiuntoday)

Galeri Foto

6 foto
Kategori: Berita
Tag: #Berita #Olahraga #Pencapaian
Bagikan:
Nael

Nael

Penulis artikel di Madiun Today — portal berita resmi Pemerintah Kota Madiun.

Artikel Terkait