Talkshow DSC di Unipma, Wali Kota Ajak Mahasiswa Bangun Kota Melalui Wirausaha



MADIUN – Mahasiswa bukan anti punya usaha. Pun, kesempatan untuk berwirausaha terus terbuka. Salah satunya datang dari Diplomat Success Challenge (DSC) yang digelar di Universitas PGRI Madiun (Unipma). Wali Kota Madiun, Maidi juga hadir untuk memberikan pengarahan. 


‘’Ini yang saya tunggu. Kota kita tidak punya banyak sumber daya alam. Karenanya, SDM yang harus diperkuat. Melalui kegiatan seperti ini saya harap menumbuhkan SDM yang mandiri serta turut menggeliatkan perekonomian,’’ kata wali kota saat Talkshow Berwirausaha Solusi Kemandirian Ekonomi di Graha Cendekia Unipma, Rabu (7/9).


DSC, kata wali kota, merupakan kesempatan langka. Karenanya, dia berharap mahasiswa bisa memaksimalkan kesempatan tersebut. Apalagi, ada total hadiah bantuan modal sampai Rp 2 miliar. Selain itu, berwirausaha sejalan dengan potensi Kota Madiun. Yakni, perdagangan dan jasa. Ide dan kreativitas peserta ditambah dengan modal usaha dari DSC akan menjadi perpaduan yang tepat untuk Kota Madiun.  


‘’Kalau proposal ndak lolos, silahkan tetap dijalankan, saya ikut tanam saham. Idenya apa, tempatnya dimana, silahkan tetap dikerjakan,’’ ungkapnya.


Kota Madiun, lanjut wali kota, memang terus berbenah menuju kota metropolitan. Kota yang hidup 24 jam. Saat siang ada banyak tanaman berbunga. Saat malam dimanjakan dengan sejuta lampu. Hal itu diharap menjadikan wisatawan betah berlama-lama di Kota Pendekar.


‘’Kalau hanya siang, paling makan dua kali. Tapi kalau kerasan sampai malam bahkan menginap, makannya bisa sampai enam kali. Ini peluang untuk para pelaku usaha,’’ jelasnya. 


Selain itu, wali kota juga menyampaikan upaya memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk dapat mengenyam pendidikan sampai di perkuliahan. Salah satunya, dari program Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM). Sampai saat ini, sudah ada 731 mahasiswa yang mendapat program ini. Tahun ini, akan ditingkatkan menjadi 1.000 kuota. Wali kota mengedepankan mereka dari kalangan tidak mampu. 


‘’Anak yang kurang mampu juga harus memiliki kesempatan untuk berkuliah. Biar bisa bersaing di dunia kerja maupun usaha. Harapannya, bisa mengangkat keluarganya nanti dan memutus rantai kemiskinan,’’ pungkasnya. (nanda/agi/diskominfo)




// Initialise Carousel const mainCarousel = new Carousel(document.querySelector("#mainCarousel"), { Dots: false, }); // Thumbnails const thumbCarousel = new Carousel(document.querySelector("#thumbCarousel"), { Sync: { target: mainCarousel, friction: 0, }, Dots: false, Navigation: false, center: true, slidesPerPage: 1, infinite: false, }); // Customize Fancybox Fancybox.bind('[data-fancybox="gallery"]', { Carousel: { on: { change: (that) => { mainCarousel.slideTo(mainCarousel.findPageForSlide(that.page), { friction: 0, }); }, }, }, });