IPM Kota Madiun Tertinggi Ketiga Se-Jatim
MADIUN - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun tahun 2022 mengalami kenaikan 0,76 dari tahun sebelumnya. Yakni, dari 81,25 di 2021 menjadi 82,01. Hal inipun mempertahankan Kota Madiun di posisi ketiga IPM tertinggi se-Jawa Timur.
Kenaikan IPM inipun ditanggapi Wali Kota Madiun Maidi. Menurutnya, peningakatan IPM memang menjadi skala prioritas pemkot.
“Untuk mempertahankan IPM ini kita tentukan skala prioritas. Pendidikan, kesehatan, lapak-lapak kelurahan yang menyangkut soal pertumbuhan ekonomi ini kita pertahankan. Itu jangan sampai drop. Walaupun kita berada di urutan ketiga, itu sudah luar biasa kita bisa mengimbangi (Surabaya dan Malang, red),” ujarnya, Selasa (22/11).
Seperti diketahui, terdapat tiga komponen penentuan IPM Kota Madiun. Yakni, komponen Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) yang meningkat 0,36 tahun di tahun 2022. Artinya, dari 71,38 tahun di 2021 menjadi 71,74 tahun di 2022. Kemudian, dimensi pengetahuan yang meliputi Harapan Lama Sekolah (HLS) tahun ini meningkat 0,01 tahun.
Berikutnya rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat 0,15 tahun. Serta, dimensi standar hidup layak melalui pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan tahun ini meningkat Rp 285.000.
"IPM kita tinggi, angka pengangguran dan kemiskinan turun. Mudah-mudahan ini bisa terus kita tingkatkan," tandasnya. (Ws hendro/irs/madiuntoday)