Tanamkan Nilai Budaya, Sekolah Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan Gelar Pawai Budaya
MADIUN – Perayaan Tahun Baru Imlek belum usai di Kota Madiun. Kali ini, perayaan datang dari Sekolah Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan Kota Madiun. Sekolah di Jalan Soekarno-Hatta tersebut menggelar pawai budaya untuk memperingati Tahun Baru Imlek tersebut.
‘’Sengaja kita menghadirkan pawai untuk menanamkan kencintaan kepada kebudayaan sekaligus media pembelajaran,’’ kata Seno Budi Santosa, Koordinator Sekolah Tiga Bahasa Mitra Harapan Kota Madiun usai pelaksanaan pawai budaya, Selasa (31/1).
Pawai mengambil start di depan Bakorwil I Madiun dan Finish di Klenteng TTID Hwie Ing Kiong. Namun, rombongan pawai juga melewati Alun-alun Kota Madiun terlebih dahulu. Dalam pawai itu juga mengemuka kesenian Tari Naga atau Liong dan juga Barongsai. Sebagian peserta juga mengendarai kereta kuda. Khususnya untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Budi menyebut kegiatan setidaknya diikuti 350 lebih peserta. Mulai dari siswa dari tingkat PAUD, SD, dan SMP. Selain itu juga diikuti guru dan karyawan. Pemain Tari Naga dan Barongsai juga menggelar unjuk gigi di titik tertentu sepanjang rute.
‘’Di sekolah kami memang kaya akan pembelajaran tentang budaya. Bahkan, bisa dibilang miniaturnya Indonesia. Juga kental toleransi keagamaan dan juga kebhenikaan,’’ ungkapnya.
Budi menyebut banyak pembelajaran yang didapat peserta didik. Salah satunya, penenaman karakter. Itu sesuai dengan kurikulum merdeka belajar dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Hal itu penting untuk semakin menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI. Selain itu, kegiatan juga sarana memperkenalkan sekolah secara langsung kepada masyarakat. Budi berharap ke depan Sekolah Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan Kota Madiun semakin dikenal luas masyarakat.
‘’Penanaman nilai budaya ini penting untuk membentuk karakter peserta didik. Salah satunya, terkait kecintaan kepada NKRI,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)