UMKM Dikelola Profesional di Kawasan Grand Masjid Sheikh Zayed, Wali Kota: UMKM Kita Juga Akan Seperti Itu




ABU DHABI, UEA – Konsep UMKM hebat, ekonomi kuat tampaknya juga diterapkan benar di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Hal itu dapat dilihat dari penempatan dan pemberian ruang bagi pelaku UMKM di sana. Produk-produk UMKM mendapat tempat istimewa di kawasan Grand Masjid Sheikh Zayed. Ya, masjid terbesar di UEA itu memang menjadi salah satu jujukan wisatawan dunia. 


‘’Dimana ada keramaian disitu ada potensi ekonomi. Karenanya, ini saya rasa tepat sekali. Memberikan tempat, memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menangkap potensi ekonomi itu,’’ kata Wali Kota Madiun, Maidi, Selasa (31/1).


Mantan Sekda Kota Madiun itu memang mengunjungi Grand Masjid Sheikh Zayed di sela ibadah umrah di tanah suci. Nah, wali kota terkesan dengan penataan kawasan itu. Sebelum menuju masjid, jamaah dan wisatawan wajib melewati kawasan mall yang disebut Souq Al Jami’. Pun, ditata modern lagi menarik. Di kawasan itu merupakan tempat untuk produk-produk UMKM lokal. Seperti kaus yang dijual di Etihad Modern Art Gallery, salah satu gerai di sana. Wali kota juga melihat-melihat produk yang dijual lebih dekat. 


‘’Produk UMKM kita tidak kalah. Hanya butuh tempat dan kesempatan. Itu yang kita lakukan di Kota Madiun,’’ ujarnya. 


Seperti diketahui, di masa kepemimpinannya, Wali Kota Maidi memang banyak menghadirkan tempat-tempat ikonik untuk menarik pengunjung. Seperti Pahlawan Street Center, Pahlawan Religi Center, Bogowonto Culinary Center, Lapak UMKM Kelurahan, dan lain sebagainya. Tempat itu ramai dikunjungi wisatawan. Saat seperti itu pelaku UMKM diberikan tempat dan kesempatan. Seperti di kawasan PRC yang saat ini setidaknya ada 21 tenda untuk pelaku UMKM. Bahkan, di antaranya untuk UMKM disabilitas. Wali kota menyebut konsep penataan UMKM di Abu Dhabi tersebut bisa ditiru untuk Kota Madiun. 


‘’Kita tidak kalah, tetapi mungkin perlu penataan-penataan lagi. Perlu dikelola yang lebih profesional biar lebih maksimal. Nanti akan kita konsep lagi ke depan,’’ terang wali kota. (faizal rahman/agi/madiuntoday)