Resmikan Laboratorium Perkerataapian di PNM, Menko PMK: Sektor Industri Perkerataapian Madiun Bisa Jadi Pemain Global



MADIUN – Langkah Politeknik Negeri Madiun (PNM) dengan mendirikan laboratorium perkeratapian mendapatkan apresiasi dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. Menko kelahiran Madiun itu menyebut pendirian laboratorium merupakan langkah nyata dalam upaya revitalisasi pendidikan vokasi di tanah air. 

‘’Ini merupakan contoh nyata dari upaya kita merevitalisasi pendidikan vokasi. Dan saya rasa ini tepat mengingat perkeretapian merupakan salah satu sektor unggulan di Kota Madiun,’’ kata Menko usai peresmian laboratorium perkeretapian di PNM, Jumat (10/2).

Apalagi, laboratorium tersebut baru satu-satunya di tanah air. Menko berharap PNM tidak hanya menjadi pemain dalam industri perkeretaapian nasional tetapi juga global. Seperti diketahui Kota Madiun dikenal dengan industri perkeretaapian. Yakni, adanya PT INKA yang sudah mendunia. Hal itu, tentunya membutuhkan SDM yang berkompeten. Karenanya, langkah PNM tersebut dirasa tepat untuk menunjang kebutuhan SDM di bidang perkertaapian tersebut. 

‘’Saya rasa ini merupakan upaya yang sangat progresif khususnya dalam menindaklanjuti Perpres nomor 68/2022 tentang pendidikan vokassi. Kita harapkan PNM yang mengedepankan pendidikan di bidang perkeretaapian ini bisa menjadi pemain dalam skala nasional maupun global,’’ ungkapnya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kiki Yuliati menyebut hadirnya SDM yang berkompeten tersebut akan berdampak pada sektor perekonomian. Seperti diketahui, pembangunan ekonomi di tanah air mengandalkan penguasaan teknologi. Karenanya, butuh SDM yang unggul dan terlatih untuk menguasai teknologi tersebut. Salah satunya, teknologi di bidang transportasi.

‘’Ekonomi jalan bila ada pergerakan orang dan barang. Karena sektor transportasi ini menjadi penting dalam pembangunan ekonomi di tanah air,’’ jelasnya. 

Khususnya, transportasi publik. Salah satunya, perkeretaapian. Sebab, memujudkan pergerakan orang dan barang dari transportasi pribadi kurang bisa maksimal karena menimbulkan kemacetan. Kareanya, pemerintah terus berupaya memperkuat transportasi publik. Kereta api, lanjutnya, tengah berkembang pesat saat ini. Seperti di Sulawesi yang tengah gencar membangun jalur kereta api. 

‘’Itu kenapa negara serius membangun pendidikan vokasi ini. Dari pendidikan vokasi ini diharapkan mencetak SDM unggul dan terlatih. Politeknik harus disiapkan untuk menguasai teknologi guna pembangunan ekonomi kita,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)