85 Persen Peserta Pelatihan 2022 Telah Bekerja, Disnaker Buka 9 Jenis Pelatihan di 2023




MADIUN – Antusiasme masyarakat yang mengikuti pelatihan kerja Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kota Madiun cukup tinggi. Setidaknya ada 200 permohonan yang masuk untuk tiga jenis pelatihan. Padahal, peserta tiap pelatihan dibatasi sebanyak 15 orang. Tak heran, dinas terkait melakukan seleksi terlebih dahulu. 

‘’Antusiasnya luar biasa ya. Dari tiga jenis pelatihan yang kita buka di kloter pertama ini ada 200 pelamar. Kemudian kita seleksi dan menyisakan sebanyak 45 orang,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kota Madiun, Andriono Waskito Murti, Rabu (1/3).

Seleksi sudah berlangsung beberapa waktu sebelumnya. Selain seleksi administrasi juga terdapat seleksi kompetensi dan wawancara. Artinya, ke 45 orang tersebut dinilai memiliki kompetensi yang dibutuhkan dari pelatihan yang diminati. Ketiga pelatihan tersebut yakni, Administrasi Perkantoran, Akuntansi Perpajakan, dan Kitchen Crew (koki). Masing-masing jenis pelatihan terdapat 15 peserta. 

Peserta lantas mengikuti pelatihan selama 25 hari di Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS). Yakni, Magistra Utama untuk administrasi perkantoran, Madcom untuk akuntansi perpajakan, dan kitchen crew di HTC Madiun. Pun, untuk instruktur pelatihan juga tidak sembarangan. Seperti pelatihan koki dengan instruktur dari Hotel Aston.

‘’Jadi biarpun juru masak, bukan berarti juru masak biasa. Tetapi sasarannya juru masak kelas middle ke atas. Harapannya peserta bisa bekerja di hotel, restoran, dan lainnya,’’ harapnya.

Andriono menambahkan ketiga jenis pelatihan tersebut merupakan pelatihan primadona. Sebab, merupakan jenis pekerjaan yang tengah banyak dicari saat ini. Koki misalnya. Ada banyak café, rumah makan, restoran, hingga hotel yang bisa menerima. Apalagi, di Kota Madiun ada banyak usaha kuliner yang bermunculan. Ke depan, masih ada sejumlah pelatihan yang akan dibuka.

‘’2023 ini kami membuka sembilan jenis pelatihan. Artinya, masih ada enam jenis lagi. Insyaallah, tahapan kita mulai sehabis lebaran,’’ imbuhnya. 

Pelatihan yang akan dibuka di antaranya, barista, security, dan metodologi instruktur. Andriono berharap peserta dapat memanfaatkan secara optimal pelatihan yang diikuti. Seperti pelatihan barista yang dibuka tahun lalu. 100 persen peserta telah mendapatkan pekerjaan. Dengan begitu, upaya menekan angka pengangguran bisa semakin maksimal.

‘’Seperti harapan bapak wali kota, usai kegiatan ini bisa langsung mendapat pekerjaan. Seperti yang barista pada 2022 lalu semuanya sudah bekerja saat ini,’’ ujarnya. 

Bahkan, lanjutnya, secara total dari 137 ikut pelatihan pada 2022 lalu sebanyak 115 sudah bekerja. Artinya, 85 persen peserta tenaga kerja sudah tersalurkan. 

‘’Tujuan dari pelatihan ini kan memang mengurangi angka pengangguran. Baik dengan mendapatkan pekerjaan maupun menjadi wiraswasta,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)