Diusulkan Dapat Bantuan Usaha hingga Rehab RTLH, Bentuk Dukungan Pemkot untuk Suparmi
MADIUN - Produsen kerupuk puli lempeng yang terbuat dari beras memang cukup banyak. Namun, tak banyak yang bisa bertahan dalam hitungan tahun. Berbeda dengan Suparmi.
Perempuan yang tinggal di Jalan Tawang Krida, Kelurahan Tawangrejo itu mampu membuktikan bahwa dengan ketekunan yang dimiliki bisa bertahan ditengah gempuran berbagai macam jenis kerupuk.
“Sudah sejak 2017 jualan kerupuk puli lempeng. Meneruskan usaha dari Ibu,” akunya.
Dalam sehari puluhan pack kerupuk puli bisa dibuatnya dengan menghabiskan 9 kilogram beras. Seluruh proses pembuatannya dilakukan seorang diri di rumah sederhana miliknya yang pada tahun ini terdaftar sebagai penerima program rumah tidak layak huni (RTLH).
“Bantuan dari pemkot ini ya saya bersyukur, senang. Semoga bisa membuat semakin semangat menjalankan usaha,” ungkapnya.
Terpisah, Lurah Tawangrejo Waidi Purwonegoro mengatakan Suparmi merupakan salah satu penerima program RTLH di kelurahan yang dipimpinnya. Tahun ini, Kelurahan Tawangrejo mengusulkan 10 rumah untuk perbaikan.
“Bu Suparmi ini sudah pernah mendapat bantuan jambanisasi, sekarang dilanjut masuk prioritas RTLH. Memang proses pelaksanaan bertahap. Ini kita sudah melakukan pengecekan dengan Dinas Perkim untuk perbaikan rumah ini,” terangnya.
Tak hanya itu, Waidi juga mengatakan tak menutup kemungkinan bakal memberi bantuan berupa alat-alat penunjang untuk usahanya agar semakin maju.
“Prinsipnya kita merangkul seluruh masyarakat yang memiliki usaha. Kurangnya apa kita usulkan. Harapannya bisa membantu dan membuat produknya ini bisa jadi salah satu produk unggulan kelurahan selain kangkung dan lele yang sudah menjadi unggulan Kelurahan Tawangrejo,” pungkasnya.
(Ney/kus/madiuntoday)