Inflasi Kota Madiun Terpantau Landai, BPS Imbau Tetap Waspada Kenaikan Harga Komoditas




MADIUN – Inflansi Kota Madiun pada Februari 2023 terpantau cukup landai. Yakni, sebesar 0,04 persen. Angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,10 persen dan nasional sebesar 0,16 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Dwi Yuhenny saat menggelar press release pada Rabu (1/3).

"Meski begitu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun harus tanggap karena Ramadhan dan Idul Fitri akan datang," ujarnya.

Henny menuturkan, selain Kota Madiun ada enam daerah penghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim lainnya yang mengalami inflasi. Yaitu, Banyuwangi (0,29 persen), Jember (0,18 persen), Kediri (0,16 persen), Malang (0,15 persen), dan Surabaya (0,10 persen). Sedangkan, dua daerah lainnya mengalami deflasi. Yakni, Probolinggo sebesar -0,04 persen dan Sumenep -0,02 persen.

Adapun inflasi Kota Madiun pada Februari 2023 dipengaruhi oleh kenaikan harga beras, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, nangka muda, jeruk, rokok kretek, minyak goreng, susu bubuk untuk balita, dan rokok putih.

Sedangkan, komoditas yang menekan inflasi di antaranya tarif kereta api yang mengalami penurunan harga. Serta, telur ayam ras, bayam, tomat, semangka, kangkung, daging ayam ras, sawi hijau, pisang, dan kacang panjang. (Dspp/irs/madiuntoday)