Sediakan Beras SPHP, Bulog Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran




MADIUN – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Madiun memastikan bahwa stok beras aman menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1444 Hijriyah.

Hal ini diungkapkan oleh Pimpinan Cabang Perum Bulog Sub Divre Madiun Ferdian Darma Atmaja saat ditemui awak media, Kamis (2/3). ‘’Stok saat ini di gudang kurang lebih ada 600 ton,’’ ujarnya.

Jumlah ini, menurut Ferdian, akan ditambah dalam waktu dekat. Sebab, pihaknya mulai melakukan penyerapan beras petani. Apalagi, saat ini sudah memasuki masa panen. 

Selain itu, Bulog juga sedang menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Yakni, menyalurkan beras jenis medium dengan harga murah kepada pedagang. Adapun beras medium ini di gudang Bulog dipatok harga Rp 8.300 per kilogram. Dengan begitu, pedagang bisa menjual dengan harga HET, yaitu tidak lebih dari Rp 9.450.

Karenanya, Ferdian mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir. Bahkan, melakukan panic buying yang justru bisa mengakibatkan berkurangnya stok di pasaran dan harga semakin tinggi.

‘’Sedangkan untuk pedagang kami imbau untuk menjual beras SPHP dengan harga sesuai HET. Kalau terjadi pelanggaran akan kami laporkan ke Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan Kepolisian. Jika masih tetap bandel, akan kami lakukan blacklist,’’ tegasnya.

Sementara itu, Winarti selaku pedagang beras di Pasar Besar Madiun (PBM) mengungkapkan bahwa sudah mulai ada penurunan harga beras di pasaran saat ini. Beras medium yang biasanya mencapai Rp 12.500 kini turun menjadi Rp 11 ribu.

‘’Tapi itupun masih tinggi. Karena beras medium normalnya Rp 9 ribu -10 ribu,’’ ungkapnya.

Terkait beras SPHP dari Bulog, Winarti pun ikut menjualnya. Apalagi, menurutnya beras SPHP sangat tinggi peminat. Stok 700 kilogram hingga 1 ton di lapaknya dapat terjual habis dalam waktu 3 hari. ‘’Karena harganya lumayan dibandingkan yang Rp 11 ribu,’’ katanya.

Meski begitu, Winarti berharap harga komoditas kebutuhan pokok di pasaran bisa kembali normal seperti sedia kala. ‘’Supaya pedagang dan pembeli sama-sama enak. Kebutuhan masyarakat juga bisa terpenuhi,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)