Sudah Tercover JKK-JKM, Ahli Waris Satlinmas TPS 06 Ngegong yang Meninggal Dapat Santunan dan Beasiswa Rp 271 Juta
MADIUN – Kabar duka datang dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6 Kelurahan Ngegong. Sugiyono salah seorang anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) meninggal dunia saat bertugas menjaga TPS, Rabu (14/2). Pria berusia sekitar 60 tahun itu meninggal dunia setelah istirahat siang sekitar pukul 13.00. Wali Kota Madiun, Dr Maidi pun datang untuk berbela sungkawa di rumah duka. Tak hanya berbela sungkawa, orang nomor satu di Kota Pendekar itu juga menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris.
Seluruh Satlinmas, KPPS, dan petugas yang terlibat di dalam kegiatan Pemilu di Kota Madiun memang tercover BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Ahli waris keluarga alm Sugiyono setidaknya mendapatkan santunan sebesar Rp 127 juta lebih. Tak hanya itu, kedua anak alm juga mendapatkan beasiswa sebesar Rp 144 juta.
‘’Hari ini Pemerintah Kota Madiun berbela sungkawa ats meninggalnya bapak Sugiyono anggota Satlinmas yang bertugas di TPS 06 Kelurahan Ngegong. Tetapi alhamdulillah semua Satlinmas sudah kita ikutkan asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, maupun kematian,’’ kata wali kota.
Setidaknya ada 1.686 Satlinmas yang bertugas dalam pengamanan jalannya pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 ini. Wali kota menyebut dengan petugas KPPS dan lain ada sebanyak enam ribu orang. Semuanya sudah tercover asuransi. Hal itu sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Madiun untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang bertugas. Program JKK-JKM ini juga sudah berjalan sejak 2019 lalu dengan total kepesertaan mencapai 13.795 orang.
‘’Asuransi ini tidak hanya pada saat Pemilu. Tetapi dalam menjalani kehidupan sehari-hari juga terus kita asuransikan,’’ jelasnya.
Program JKK-JKM di Kota Madiun memang cukup membantu masyarakat. Khususnya dari keluarga yang kurang mampu. Kehilangan tulang punggung keluarga tentu akan berdampak besar kepada ekonomi keluarga. Karenanya, adanya santunan dan beasiswa tersebut tentu sangat diharapkan.
‘’Keluarga yang ditinggalkan ini tetap harus bisa menjalani kehidupan. Anak-anak tetap harus bisa menuntut ilmu sampai perguruan tinggi,’’ ungkapnya.
Wali kota menyebut semua petugas kesehatan sudah diberikan arahan untuk memberikan pertolongan cepat saat dibutuhkan. Termasuk semua ambulan juga disiagakan. Bahkan, juga ambulans dari rumah sakit. Wali kota berharap petugas yang merasa mulai kurang enak badan untuk segera melapor.
‘’Petugas kesehatan semuanya siap. Kalau mulai terasa sakit, jangan diam saja, harus segera lapor,’’ tehasnya.
Sugiyono diketahui sudah mulai bertugas, Selasa (13/2) malam. Yang bersangkutan turut menjaga dan membersihkan TPS. Rabu paginya juga turut mengambil logistik pemilu dari kantor kelurahan menuju TPS. Korban tiba-tiba jatuh setelah makan siang. Pemeriksaan dilakukan dan korban dinyatakan meninggal dunia. (ws hendro/agi/madiuntoday)