GPM ke-9 Digelar di Kelurahan Josenan, Warga Serbu Bahan Pokok Harga Terjangkau.
MADIUN – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapak UMKM Kelurahan Josenan, Kamis (5/3). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan masyarakat dengan bahan pokok berharga terjangkau selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya minyak goreng Minyakita dijual Rp15.500 per liter atau Rp31.000 untuk kemasan dua liter. Beras SPHP dijual Rp56.000 per 5 kilogram, sementara beras premium Rp74.500 per 5 kilogram.
Selain itu, tersedia juga beras lokal seharga Rp40.000 per 3 kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, serta telur ayam ras Rp28.500 per kilogram.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun, Sumini, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama saat permintaan meningkat selama Ramadan dan Lebaran.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan telur dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Sumini menjelaskan, kegiatan di Kelurahan Josenan merupakan GPM ke-9 yang dilaksanakan Pemkot Madiun. Secara keseluruhan, program ini akan digelar sebanyak 15 kali di berbagai kelurahan hingga 13 Maret mendatang.
Selain GPM dari Pemerintah Kota Madiun, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh pemerintah provinsi. “Besok ada Gerakan Pangan Murah dari provinsi di Kelurahan Rejomulyo. Kemudian dari kota juga akan kembali digelar pada 8 Maret di Kelurahan Tawangrejo,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan GPM dilakukan bekerja sama dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih di masing-masing wilayah. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses bahan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan koperasi di tingkat kelurahan.
“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan pangan yang terjangkau baik dari sisi harga maupun lokasi pembelian, karena kegiatan ini digelar langsung di tiap kelurahan. Jadi warga lebih dekat untuk mendapatkan kebutuhan pokok,” pungkasnya.
(Rams/kus/madiuntoday)