Jauh Dari Kesan Kumuh dan Angker, Sembilan TPU Di Kota Madiun Bersaing Jadi Juara Lomba Kebersihan Makam




MADIUN – Untuk kelima kalinya, Pemerintah Kota Madiun menggelar lomba kebersihan makam. Setelah bersaing di tingkat kelurahan, saat ini sembilan makam dari tiga kecamatan telah terpilih untuk masuk dalam babak final.

Senin (19/2), tim juri yang berasal dari akademisi, tokoh masyarakat / LSM, media, dan PKK melaksanakan tugas penilaian di tiga makam di Kecamatan Kartoharjo. Yakni, Makam Kojo - Kelurahan Kanigoro, Makam Corah Barat - Kelurahan Rejomulyo, dan Makam Pilangbango - Kelurahan Pilangbango.

Beragam inovasi pun dihadirkan pengelola makam untuk menarik perhatian juri. Misalnya, seperti di Makam Corah Barat yang memberikan warna berbeda di tiap blok makam untuk memudahkan ahli waris saat berziarah kubur. Yakni, warna merah muda, biru, hijau, kuning, dan oranye. Selain itu, pengelola makam juga menyediakan payung sebagai fasilitas bagi peziarah kubur.

‘’Harapannya, lomba ini bisa meningkatkan semangat pangruti layon dan masyarakat di sekitar makam untuk menjaga kebersihan makam,’’ ujar Lurah Rejomulyo, Arina Wiyanika.

Selain tiga makam tersebut, ada enam makam lainnya yang turut memperebutkan juara lomba kebersihan makam tahun ini. Yaitu, Kecamatan Taman diwakili oleh Makam Bulusari-Kelurahan Pandean, Makam Sasono Mulyo – Kelurahan Mojorejo, dan Makam Sentono – Kelurahan Banjarejo yang akan didatangi tim juri pada Selasa (20/2).

Kemudian, Kecamatan Manguharjo diwakili oleh Makam Jitengan – Kelurahan Manguharjo, Makam Precet – Kelurahan Pangongangan, dan Makam Reksogati – Kelurahan Sogaten yang akan dinilai pada Rabu (21/2).
Ini memang salah satu inovasi makam corah barat rejomulyo. Berdasarkan blok beda warna. Pink, biru, hijau, kuning, oranye. Memudahkan ahli waris saat ziarah makam. bisa dilihat datanya saat mengunjungi makam. semangat utk pangruti layon di rejomulyo. Utk menjaga kebersihan makam. lingkungan sekitar makam.

Sementara itu, Juri Lomba Kebersihan Makam 2024 Budi Santosa menjelaskan bahwa ada sejumlah poin penilaian pada kompetisi tahun ini. Yaitu, terkait kebersihan, keindahan, peran swadaya masyarakat dan swasta, inovasi, serta administrasi.

‘’Poin pentingnya adalah makam itu bersih dan tidak menimbulkan kesan sangar atau wingit,’’ tandasnya. (Ney/irs/madiuntoday)