Kota Madiun Tak Kehabisan Dai, Punya 104 Dai Cilik Mumpuni




MADIUN – Kota Madiun tampaknya tak bakal kehabisan pendakwah Agama Islam. Dai-dai cilik pun terus dimunculkan. Mereka terus diberi ruang untuk tampil di depan. Seperti saat peringatan Isra Mi’raj yang berlangsung di Pahlawan Religi Center (PRC), Senin (19/2). Kegiatan yang diikuti enam ribu pelajar SD-SMP itu juga diwarnai penampilan dai cilik Kota Madiun.

Yakni, Devina Rozani Satriawan, pelajar kelas 6B SDN 02 Mojorejo dan Frido Abrisam Widya Rabbani, pelajar kelas 7 SMPN 6 Kota Madiun. Kedua tampil mengisi sebelum penceramah utama menyampaikan materi.

‘’Memang kita tampilkan untuk memberikan kesempatan tampil di depan umum. Kemampuan mereka ini kan harus terus diasah, khususnya mental tampil di depan orang banyak seperti ini,’’ kata Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan Kota Madiun, Slamet Hariyadi.

Dua dai cilik tersebut merupakan jebolan lomba dai yang digelar Dinas Pendidikan tahun lalu. Setidaknya, ada 104 dai cilik sampai saat ini. Hariyadi menyebut mereka terus dilakukan pembinaan untuk mengasah potensi tersebut. Tahun ini, lanjutnya, pembinaan akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan Musyabakoh Syahril Qur'an sekitar April mendatang.

‘’Ini merupakan potensi luar biasa. Harus terus kita berikan ruang dan pendampingan,’’ jelasnya.

Kepala SDN 02 Mojorejo, Wahyudi menyebut salah seorang anak didiknya tersebut merupakan juara satu dai cilik 2023 lalu. Kendati begitu, pembinaan tetap rutin dilakukan melalui guru agama di sekolah. Harapannya, potensi anak didiknya tersebut semakin terasah dan siap jika diminta tampil sewaktu-waktu seperti pada saat peringatan Isra Mi’raj tahun ini.

‘’Rutin kita lakukan pembinaan di sekolah sekaligus untuk memunculkan dai-dai cilik yang lainnya,’’ ujarnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)